Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sragen

Napi Kendalikan Kurir Sabu

02 November 2019, 20: 21: 24 WIB | editor : Perdana

TANGKAPAN BESAR: Satuan Reserse Narkoba Polres Sragen mengamankan empat tersangka penyalahgunaan narkoba selama Oktober. Salah satunya dikendalikan seorang napi.

TANGKAPAN BESAR: Satuan Reserse Narkoba Polres Sragen mengamankan empat tersangka penyalahgunaan narkoba selama Oktober. Salah satunya dikendalikan seorang napi. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Dalam sebulan, lima kasus narkoba di Kabupaten Sragen berhasil diungkap Satuan Reserse Narkoba Polres. Empat kasus terkait sabu dan satu kasus obat keras.

Kasat Narkoba AKP Joko Satriyo Utomo menyampaikan, dari lima kasus narkoba tersebut, beberapa tersangka berperan pengedar, kurir dan pemakai narkoba. Salah satu yang menonjol yakni tersangka Dedek Prasetyo alias Ipras yang berperan sebagai kurir. Barang bukti yang diamankan 8 gram sabu.

”Tersangka adalah kurir narkoba yang dikendalikan oleh narapidana dari Lapas Kedung Pane Semarang yang juga napi narkotika berinisial AAR,” terangnya.

Warga Pasar Kliwon Solo itu ditangkap saat transaksi di Masaran Sragen dengan barang bukti 1,12 gram sabu. Setelah dikembangkan, petugas berhasil mengamankan sabu lainnya di Kos Kentingan Solo.

”Tersangka dijerat Pasal 114 subsider 112 dan lebih subsider 127 dengan ancaman diatas 8 tahun penjara," tutur Kasat mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan.

Petugas juga menangkap Margono di Desa Kandang Sapi Jenar dengan barang bukti 0,17 gram sabu. Di lokasi ini perlu diwaspadai karena masyarakatnya telah terpapar narkoba. Pihaknya sering melakukan penangkapan di wilayah tersebut. Bahkan kasus peredaran 32 ribu pil obat keras diungkap di Kandang Sapi.

”Kandang Sapi, Jenar, termasuk wilayah rawan banyak kasus. 32 ribu pil kita ungkap dan sudah merasuk di kampung kampung. Di sana tempatnya sepi sehingga sering sebagai tempat transaksi," ujarnya.

Selain itu Satreskoba juga mengamankan dua tersangka Dwi Irianto dan Nanang dengan barang bukti 0.20 gram sabu. Keduanya adalah pemakai dan pecandu narkoba, namun juga pengedar kategori kecil. Modusnya membeli narkoba untuk dipakai sendiri, namun jika ada teman yang berminat membeli maka akan dijual. Dari keuntungan tersebut digunakan lagi untuk membeli sabu kemudian dikonsumsi lagi. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia