Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Usulkan UMK Sukoharjo Rp 1.938.000

Apindo-Serikat Buruh Satu Suara

02 November 2019, 20: 50: 21 WIB | editor : Perdana

Usulkan UMK Sukoharjo Rp 1.938.000

SUKOHARJO – Sempat melalui pembahasan cukup alot, usulan nominal upah minimum kabupaten (UMK) Sukoharjo 2020 menemukan titik temu, yakni senilai Rp 1.938.000. Nominal itu akan diajukan ke Gunernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (4/11).

"Angka ini (Rp 1.938.000) sudah disepakati oleh dewan pengupahan, pengusaha, serikat pekerja, akademisi, dan pemerintah. Kami akan meminta rekomendasi bupati Sukoharjo agar Senin (4/11) berkas (usulan UMK 2020) bisa dikirimkan (ke gubernur Jateng),” terang Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Sukoharjo Bahtiyar Zunan, Jumat (1/11). 

Ditambahkan Bahtiyar, usulan UMK 2020 berpedoman pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2015 tentang Pengupahan, serta pertumbuhan ekonomi Sukoharjo sebesar 7,2  persen di atas nasional.

Nominal Rp 1.938.000 dinilai sudah tinggi. Sebab, jika hanya mengacu PP tentang Pengupahan, usulan kenaikan UMK 2020 hanya 5,1 persen. Tapi, hasil akhir sepakat naik 5,66 persen. Serupa dilakukan selama empat tahun terakhir. 

"Usulan UMK sesuai surat dari Kementerian Ketenagakerjaan agar mengacu PP tentang Pengupahan. Perhitungannya mempertimbangkan inflasi nasional sebesar 3.39 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen," terangnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sukoharjo Yunus Arianto menuturkan, usulan UMK 2020 senilai Rp 1.938.000 tidak terpaut jauh dengan usulannya sebelumnya Rp 1.935.275. "Karena sudah jadi keputusan bersama, maka kami menerima dan menghormati," kata dia.

Sekretaris Serikat Pekerja Indonesia (SPRI) Sukoharjo Sigit Hastono mengaku menerima usulan UMK 2020. Dengan catatan semua perusahaan harus mematuhinya.

"Kalau itu sudah menjadi rekomendasi, insya Allah kami menghormati. Semua pihak harus berkomitmen mematuhi dan menjalankan," tandas dia.

Namun, jika nantinya perusahaan tidak mampu memberikan upah sesuai usulan UMK, lanjut Sigit, ada kesempatan mengajukan penangguhan. Bila tidak ada penangguhan, maka keputusan angka UMK harus dijalankan. Sebelumnya, SPRI mengajukan kenaikan UMK sebesar 10 persen, yaitu senilai Rp 1.961.000. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia