Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Pasoepati Berharap Ketum Baru PSSI Beri Perubahan

03 November 2019, 07: 35: 59 WIB | editor : Perdana

TAK AKUR: Kapten Persis Solo Susanto (kanan) berebut bola dengan pemain PSIM Jogja di Stadion Wilis Madiun, dalam laga di Liga 2 2019.

TAK AKUR: Kapten Persis Solo Susanto (kanan) berebut bola dengan pemain PSIM Jogja di Stadion Wilis Madiun, dalam laga di Liga 2 2019. (RADAR MADIUN PHOTO)

Share this      

SOLO – Komjen Pol Mochamad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule, dipastikan jadi ketua umum (ketum) baru PSSI. Dalam acara kongres PSSI di Jakarta kemarin, dia mendapat mayoritas suara. Terbilang telak, karena dari Ia mendapat 82 suara dari 85 voter pemilik suara.

"Sudah bisa ditebak hasilnya. Semoga saja kedepannya PSSI bisa lebih baik. Semoga tidak ada lagi pengaturan skor maupun match fixing," ucap Presiden DPP Pasoepati Aulia Haryo.

Yang mencenangkan dalama acara kongres ini, Persis Solo memutuskan untuk walk out (WO). Bahkan owner Persis Vijaya Fitriyasa yang jadi bakal calon ketua umum PSSI ini juga memutuskan untuk mundur dari pencalonannya.

CEO PT Persis Solo Saestu Azmy Alqamar belum mau menjawab pertanyaan dari koran ini perihal keputusannya. Telpon dan chat yang ditujukan kepadanya, sama sekali tak direspon.

Di lain sisi, Rio (Sapaan Aulia Haryo) sadar WO-nya Persis di acara Kongres jadi perbincangan publik. Termasuk adanya polemik Vijaya dengan Iwan Bule, tentu ada rasa kekhawatiran berlebihan yang berimbas pada Persis di kompetisi resmi nanti. 

”Kalau bayangan ada imbas dari polemik ini ke klub (Persis), pasti ada. Tapi semoga saja tidak terjadi. Kita juga merasa komentar owner Persis terlalu keras. Apalagi sampai membuat statement yang menyudutkan sosok personal. Etikanya memang gak pas,” ujar Aulia Haryo.

Di lain sisi pria yang akrab disapa Rio ini juga ikut mengkritik statement Vijaya belum lama ini. Yakni perihat dia menginginkan perwakilan suporter PSIM ikut diundang dalam perayaan yang dirancang manajemen Persis 8 November mendatang.

"Soal mediasi dengan BM (Brajamusti, suporter PSIM) momennya tak pas. Saya sudah sampaikan ke owner klub bahwa ini bukan waktunya. Tidak semudah itu (memedisiasi suporter Persis dan PSIM)," ujar Rio.

Tak bisa dipungkiri, sering ada gesekan antara kedua kubu suporter. Hal ini wajar karena Persis dan PSIM memang berstatus rival abadi. Sangat riskan, jika dua kubu suporter dipertemukan dalam satu lokasi. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia