Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Vijaya Ajak Boikot Timnas

03 November 2019, 08: 20: 59 WIB | editor : Perdana

POLEMIK: Fary Djemi Francis dan Vijaya Fitriyasa saat diwawancarai setelah terusir dari ruangan Kongres Luar Biasa 2019.

POLEMIK: Fary Djemi Francis dan Vijaya Fitriyasa saat diwawancarai setelah terusir dari ruangan Kongres Luar Biasa 2019. (ILHAM/JAWA POS)

Share this      

KONGRES Luar Biasa (KLB) 2019 langsung panas. Beberapa caketum PSSI dikeluarkan dari arena kongres di Shangri-La Hotel, Jakarta, setelah interupsi yang dilakukan Fary Djemi Francis. 

“Saya ingin interupsi untuk menyampaikan beberapa pertanyaan terkait tata cara. Tapi, tidak dibolehkan, bahkan didorong-dorong oleh keamanan,” kata Fary yang merupakan salah seorang caketum PSSI.

Nah, setelah insiden itu sempat terjadi keributan kecil karena beberapa calon lainnya seperti Sarman El Hakim, Vijaya Fitriyasa, dan Aven Hinelo juga protes. Mereka pun diminta keluar. “Ada pernyataan dari Sekjen PSSI (Ratu Tisha), kandidat yang tidak setuju silakan keluar,” kata Vijaya.

Vijaya dan beberapa caketum memang memutuskan mundur dari pencalonan ketua PSSI. Di luar lokasi acara ratusan suporter melakukan aksi demosntrasi

Sejumlah Caketum PSSI yang walk out dari Kongres PSSI datang menemui para peserta aksi.

Vijaya Fitriyasa berbicara di depan para peserta aksi. Ia mengajak untuk suporter melakukan boikot PSSI, hal ini lantaran PSSI tidak pernah mendengarkan aspirasi suporter.

 “Saya pengen para suporter menunjukkan bahwa kita solid. Kalau perlu kita boikot PSSI. Siap boikot PSSI?” kata Vijaya di hadapan para peserta aksi.

 “Sampai PSSI ada perubahan, kita gak usah nonton bola. Gak usah nonton timnas. Klub masing-masing kita dukung, tapi timnas kita boikot selama PSSI belum mau ada perubahan,” kata Vijaya.

Para peserta aksi menuntut kongres PSSI harusnya bisa berjalan sesuai dengan keinginan luhur pencinta sepak bola yakni perbaikan sepak bola Indonesia. (JPG/nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia