Jumat, 06 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Limbah Ciu di Jurug-Jebres Belum Sirna

03 November 2019, 14: 10: 59 WIB | editor : Perdana

MULAI AKTIF: Petugas memeriksa IPA Semanggi yang operasionalnya sempat dihentikan karena air baku dari Sungai Bengawan Solo tercemar etanol.

MULAI AKTIF: Petugas memeriksa IPA Semanggi yang operasionalnya sempat dihentikan karena air baku dari Sungai Bengawan Solo tercemar etanol. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Toya Wening Kota Surakarta mulai mengoperasikan instalasi pengolahan air (IPA) Semanggi, Sabtu (2/11). Meski demikian, dropping air bersih ke ribuan pelanggan PDAM tetap dilakukan karena dua IPA lainnya yakni Jurug dan Jebres belum dapat difungsikan akibat air baku dari Sungai Bengawan Solo tercemar limbah etanol pembuatan ciu.

"Kami cek air baku Sungai Bengawan Solo di kawasan Semanggi Sabtu pagi. Hasilnya limbah ciu yang sempat mencemari mulai hilang," terang Humas PDAM Surakarta Bayu Tunggul.

Dengan beroperasinya IPA Semanggi, pelanggan PDAM di Kelurahan Pasar Kliwon, Mojo, Semanggi, Sangkrah, dan Joyontakan bisa kembali menikmati suplai air bersih. Dropping air di Pasar Kliwon dihentikan. Tapi, pelanggan di kelurahan lain yang memanfaatkan air dari IPA Jurug dan Jebres tetap dikirim air bersih. 

"Dropping air bersih kita geser kelima kelurahan di Kecamatan Jebres, yaitu Jebres, Pucangsawit, Mojosongo, Purwodiningratan, dan Jagalan," ungkap Bayu.

Kapan IPA Jurug dan Jebres dibuka? Bayu belum bisa memastikan. Sebab, pencemaran Sungai Bengawan Solo di kawasan Jebres dan Jurug sangat parah. Hujan yang mengguyur Kota Solo Jumat malam (1/11) belum bisa menghilangkan limbah.

Petugas PDAM Surakarta Emmron Rekso menuturkan, setiap ada permohonan dropping air, pihaknya berusaha maksimal memenuhinya.

Diberitakan sebelumnya, PDAM Surakarta menghentikan sementara operasional instalasi pengolahan air (IPA) Semanggi, Jurug, dan Jebres. Sebab, pencemaran air di Sungai Bengawan Solo semakin parah. Di antaranya karena limbah etanol yang diduga dari produksi alkohol di kawasan Sukoharjo.

Saking parahnya pencemaran menyebabkan ikan-ikan di Sungai Bengawan Solo yang mati. Saat petugas mengambil sampel air untuk diuji lab, tercium bau etanol menyengat. Warna air hitam pekat. 

Limbah etanol yang diduga sisa produksi ciu mengalir dari hulu sungai wilayah Mojolaban, Sukoharjo melalui Sungai Samin yang merupakan anak Sungai Bengawan Solo. Limbah tersebut terpantau dari pagi sampai sore.

Berhentinya operasional IPA Semanggi diperburuk dengan habisnya air reservoir hasil pengolahan IPA Semanggi. Dampaknya, distribusi air bersih kepada pelanggan di wilayah Pasar Kliwon dan sekitarnya terganggu. Sebagai solusi sementara, PDAM menyalurkan bantuan air bersih di lokasi terdampak.

Ada sebanyak 6.400 KK (kepala keluarga) yang menjadi pelanggan (PDAM) di lokasi tersebut tidak bisa menikmati air bersih dari PDAM. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia