Jumat, 06 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Kasus Pengroyokan Pelajar, Polisi Segera Panggil Terlapor

03 November 2019, 13: 50: 59 WIB | editor : Perdana

Kasus Pengroyokan Pelajar, Polisi Segera Panggil Terlapor

SOLO – Polresta Surakarta terus mendalami kasus pengeroyokan yang menimpa RH, 14, siswa salah satu SMP negeri di Kota Bengawan yang dianiaya sejumlah pelajar dari SMP lain. Rencananya, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Surakarta memanggil pihak teradu, yaitu M, dan teman-temannya.

Kasat Reskrim Polresta Surakarta AKP Arwansah menjelaskan, pemanggilan ini untuk memastikan apakah kasus tersebut akibat salah paham, atau murni tindakan kriminal, sehingga bisa berlanjut ke tingkat penyidikan.

“Pengakuan ayahnya (RH) hanya ingin bertemu dengan keluarga teradu (M). Ingin melakukan klarifikasi apa sebenarnya penyebab anak mereka sampai dikeroyok dan dianiaya,” jelas Arwansah, Sabtu (2/11).

Sejak aduan pengeroyokan masuk Polresta Surakarta, Satreskrim telah memeriksa tiga orang saksi, yaitu korban, ayah korban, serta SI, adik sepupu RH. “Kita belum bisa memutuskan arah perkara kasus ini. Kedua belah pihak harus diklarifikasi terlebih dahulu, baru kita lakukan gelar perkara,” katanya.

Apakah pihak Sekolah juga akan dimintai keterangan? Arwansah mengatakan tidak perlu. Mengingat pengeroyokan terjadi di luar lingkungan sekolah. “Pengakuan korban (pengeroyokan) terjadi setelah jam pulang sekolah, sehingga bukan menjadi tanggung jawab sekolah lagi,” ucap Arwansah.

Sekadar informasi, niat hati membela adik sepupu yang digoda kakak kelas, RH, warga Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres malah dikeroyok sekelompok remaja. Akibatnya, wajah siswa kelas VII salah satu SMP negeri di Kota Solo ini penuh luka lebam.

Awalnya RH mendapat keluhan dari SL, adik sepupunya yang kerap digoda oleh kakak kelasnya, M. Namun, SL tak menghiraukan upaya M merebut hatinya. Rupanya, sikap acuh SL malah berbuah ancaman. Karena tidak kuat menerima teror, SL mengadu pada RH.

RH kemudian mengajak bertemu M, setelah pulang sekolah Selasa (21/10) untuk mengklarifikasi. Saat bertemu M, sudah ada lima teman M. M lantas mengajak RH ke gang sempit di sisi selatan sekolah. Alih-alih mendapat klarifikasi, tanpa banyak cakap M langsung memukul mata kanan RH. Akibat pukulan itu tubuh RH langsung ambruk.

Tak berhenti sampai di situ, rekan M mengangkat tubuh RH dan memegangnya. Dalam kondisi tak bisa melawan, M kembali melayangkan bogem mentah ke bagian mata disusul pukulan lainnya di area wajah. Korban kembali tersungkur ke tanah.

Kondisi ini semakin brutal saat rekan M yang lain ikut mengeroyok RH. Tubuhnya diinjak-injak dan ditendang pada bagian kepala. Puncaknya ada salah satu rekan M yang mengeluarkan pisau cutter dan menyabetkan ke lengan kanan RH. Usia menganiaya RH, M dan kawannya pergi. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia