Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

DLH Terapkan Pendataan Bertahap

Undang Pakar Pohon Butuh Dana Besar

03 November 2019, 14: 15: 59 WIB | editor : Perdana

DIPILAH: Pohon-pohon di Kota Solo didata agar memudahkan penanganan saat datang musim penghujan.

DIPILAH: Pohon-pohon di Kota Solo didata agar memudahkan penanganan saat datang musim penghujan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Memasuki pancaroba, masyarakat diimbau waspada pohon tumbang. Sayangnya, pendataan pohon-pohon tua rawan ambruk dengan mengundang pakar butuh biaya tidak sedikit.

Kabid Pengendalian dan Pengelolaan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surakarta Luluk Nurhayati mengatakan, dari seluruh kegiatan inventarisasi pembuatan KTP pohon, agenda survei bersama tenaga ahli paling banyak menyedot anggaran.

Itu karena tenaga ahli merupakan pakar tanaman dari beragam pakem ilmu. “Ada ahli biologi, pertanian, geografi dan lainnya, sedangkan dari DLH tidak ada yang memiliki kemampuan setara. Biaya yang dikeluarkan untuk mendatangkan para ahli tersebut tidak murah,” katanya tanpa menyebut nominal.

Meskipun begitu, Luluk mengaku tetap memaksimalkan anggaran inventarisasi pohon, khususnya di jalan utama. “Tetap saja kalau berapa idealnya (anggaran) kami tidak bisa katakan. Yang jelas sekarang dapatnya berapa, kami maksimalkan sebanyak mungkin pohon yang bisa kami inventarisasi. Sekarang sistemnya berkelanjutan. Tidak bisa langsung tuntas karena dananya terbatas,” ungkap dia.

Saat pendataan pohon, dilakukan input database dengan cara digital, yakni menyematkan barcode pada pohon. “Statusnya kami kategorikan dengan warna. Merah berarti rawan (tumbang), kuning waspada, dan yang hijau pohon sehat. Dari mana kami dapatkan itu? Ya hasil analisa para ahli. Makanya besar biayanya, karena mereka meneliti mulai dari identifikasi jenis pohon, koordinat, hingga kondisi kesehatan pohon,” bebernya.

Seperti diketahui, anggaran pemeliharaan pohon terus merosot dari tahun ke tahun. Pada 2017 senilai Rp 150 juta, namun masuk 2018 nihil dana. Tahun ini, DLH hanya mendapatkan Rp 23 juta untuk pengecekan pohon, sedangkan pada 2020 akan dinaikkan menjadi Rp 40 juta. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia