Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Travelling

Jelajahi Air Terjun di Ampel, Boyolali Yang Masih Perawan

03 November 2019, 14: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Jelajahi Air Terjun di Ampel, Boyolali Yang Masih Perawan

Petualangan kami menuju Air Terjun Semuncar di Kecamatan Ampel, Boyolali justru mengantarkan ke sebuah air terjun yang belum banyak diketahui orang. Watu Abang namanya. Panoramanya tak kalah menarik,

PAGI itu kami berniat untuk berwisata ke Air Terjun Semuncar. Kami berempat menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor dari Kota Solo. Jarak tempuhnya sekitar 45 km. Terik matahari begitu tajam hingga menusuk kalbu di pagi itu. Ditemani sejuknya udara seolah olah menyambut kedatangan kami di Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Setelah melalui perjalanan satu jam lebih dari kampus IAIN Surakarta, kami berempat tiba di Dusun Candirejo, Desa Candisari, Ampel, Boyolali.

Sepeda motor kami ditantang oleh track menanjak dengan kemiringan sekitar 60 derajat. Merasa tidak kuat, kamipun harus menurunkan muatan penumpang agar motor kami dalap melewati tantangan tersebut. Semakin ke atas, jalanan yang kami tempuh semakin sulit dilewati.

Perjalanan tidak bisa dilanjutkan menggunakan motor. Kami memutuskan jalan kaki menuju Semuncar. Ladang tembakau yang sudah dipanen terbentang di sepanjang jalan. Maklum, ampel salah satu penghasil tanaman tembakau di Boyolali. Selepas itu, rute menuju Semuncar sudah memasuki kawasan hutan lereng Gunung Merbabu. Rintangan demi rintangan menghadang kami. Mulai dari jalan setapak menanjak berdebu dengan jurang di sisi kanan kirinya. Informasi yang kami dapat dari warga setkitar hanya ada satu jalur. Namun ternyata juga ada jalur alternatif.

Awalnya kami yakin bahwa jalur ke kiri adalah jalur yang salah karena jalurnya cenderung menurun. Kami meyakni letak air terjun Semuncar di atas. Dengan bermodalkan insting asal-asalan, kami pun memilih jalur lurus mengikuti peralon air. Ternyata rutenya sangat ekstrem. Mendaki gunung hingga menuruni lembah dengan batuan licin. Tak ada tempat berpegangan sama sekali. Skill keseimbangan diuji.

Sampailah di sebuah sungai yang airnya jernih. Lebarnya hanya 3 meter. Perjalanan dilanjutkan menyusuri sungai tersebut. Meski harus berbasah-basahan, track di sini lebih enak dibanding saat menuruni tebing tadi.

Hingga akhirnya kami menemukan sebuah air terjun yang kami yakini air terjun Semuncar. Namun belakangan, air terjun tersebut adalah ari terjun Watu Abang. Tingginya 5 meter. Aliran airnya sangat deras, meskipun sedang kemarau panjang. Di bawahnya terdapat beberapa batu yang terlihat membendung air terjun menjadi genangan.

Kami pun mengabadikan pemandangan di lokasi ini. Tebing tinggi dengan rerimbunan pohon yang hijau mengelilingi ari terjun ini. Udaranya masih sangat segar. Kami seolah tersesat di surga tersembunyi lereng Merbabu. Niat awal ingin ke Air Terjun Semuncar, tak disangka kesasar ke Watu Abang.

Tanpa kami sadari langit perlahan mulai berubah oranye tanda hari semakin sore. Kami pun memutuskan segera pulang sebelum semakin gelap. Sementara jelajah Air Terjun Semuncar akan kami ceritakan di edisi selanjutnya. (mg8/mg9/mg10/mg11) 

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia