Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Boikot Timnas Bukan Solusi, Ginda Berharap Vijaya Fokus ke Persis Solo

04 November 2019, 08: 05: 59 WIB | editor : Perdana

FANATISME: Pasoepati saat mendukung Timnas bertanding di Stadion Manahan, beberapa tahun lalu.

FANATISME: Pasoepati saat mendukung Timnas bertanding di Stadion Manahan, beberapa tahun lalu.

Share this      

SOLO – Owner Persis Solo Vijaya Fitriyasa gagal menjadi ketua umum PSSI. Selain karena mayoritas voter mendukung Komjen Pol Mochamad Iriawan (Iwan Bule), Vijaya juga memutuskan walk out dari pencalonannya. Namanya jadi sorotan, ternyata karena ungkapannya di depan beberapa suporter yang melakukan unjuk rasa di luar arena Kongres PSSI (2/11).

”Saya pengen para suporter menunjukkan bahwa kita solid. Kalau perlu kita boikot PSSI. Siap boikot PSSI?” kata Vijaya di hadapan para peserta aksi.

”Sampai PSSI ada perubahan, kita gak usah nonton bola. Gak usah nonton timnas. Klub masing-masing kita dukung, tapi timnas kita boikot selama PSSI belum mau ada perubahan,” kata Vijaya.

Pernyataan ini tentu disikapi beragam oleh banyak pihak. Banyak yang setuju, namun cukup banyak juga yang tak sependapat. Salah satu yang tak sependapat adalah salah satu anggota DPRD Surakarta Ginda Ferachtriawan. Mantan wakil presiden DPP Pasoepati tersebut menilai ajakan tersebut tak tepat.

”Kalau kecewa pada PSSI, jangan Timnas dibawa-bawa. Apalagi sampai ngajak boikot. Ingeat, Timnas itu berjuang bawa nama bangsa, tak seharusnya melakukan boikot ke Timnas karena kecewa pada PSSI-nya. Ini tidak mencerminkan wajah orang Solo yang legawa,” ucap Ginda kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin. 

Dia mengakui pernyataan boikot Timnas tersebut bisa berimbas pada penunjukkan Stadion Manahan Solo untuk event internasional, khususnya sebagai salah satu calon venue tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 mendatang. ”Ini kalau didengar PSSI, dan menganggap Solo tak tertarik jadi tuan rumah karena Timnas akan diboikot, jelas kasihan semua stakeholder yang tengah berjuang agar Manahan bisa dipilih PSSI. Saya anggap pernyataan Vijaya tersebut seperti seorang yang kecewa gagal terpilih,” ujarnya. 

Ginda berharap dengan hasil akhir status ketua PSSI baru jadi milik Iwan Bule, Vijaya bisa kembali fokus membenahi Persis.

”Waktunya dia (Vijaya) merealisasikan janji-janjinya dulu ke Persis. Termasuk salah satunya mau berkoordinasi dengan tim internal. Termasuk dengan Her Suprabu selaku pendiri PT PSS (Persis Solo Saestu) yang dulu berpolemik soal saham. Ini waktu yang tepat untuk menyatukan visi misi dengan semua stakeholder, agar tidak ada lagi polemik yang muncul,” tuturnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia