Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Hujan Mulai Turun, Latih Siaga Banjir

04 November 2019, 16: 55: 23 WIB | editor : Perdana

MITIGASI BENCANA: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri gelar simulasi evakuasi banjir di Gemantar, Selogiri, Sabtu (2/11).

MITIGASI BENCANA: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri gelar simulasi evakuasi banjir di Gemantar, Selogiri, Sabtu (2/11). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Meski belum normal, Wonogiri sudah memasuki musim hujan. Relawan dan warga masyarakat mulai dilatih kesiap-siagaan menghadapi bencana banjir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, pihaknya menggelar simulasi penanggulangan bencana banjir di Dusun Nangan, Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri, Sabtu (2/11). Kawasan ini salah satu wilayah potensi rawan bencana banjir.

”Yang terlibat dalam kegiatan sekitar 330 orang,” kata Bambang.

Simulasi dimulai dari informasi adanya hujan deras yang mengguyur wilayah Wonogiri. Kemudian intensitas hujan yang cukup tinggi mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah seperti Tirtomoyo, Nguntoronadi dan Selogiri, khususnya di Desa Gemantar.

Dengan koordinasi yang baik antar seluruh stakeholder, warga kemudian dievakuasi di tempat yang aman. Seluruh stakeholder menjalankan tugasnya masing-masing. Dinas Sosial menyediakan dapur umum, Dinas Kesehatan merawat warga yang menjadi korban banjir, aparat TNI Polri membantu evakuasi yang dilakukan oleh relawan serta menjaga keamanan rumah warga yang ditinggal penghuninya mengungsi.

Bambang menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka melatih dan membangun kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana banjir. Baik dari unsur warga masyarakat maupun stakeholder dan pemangku kepentingan seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan dan desa. Bahkan, penyandang disabilitas juga dilibatkan dalam simulasi tersebut.

”Simulasi ini sebagai upaya uji rencana kontijensi (Renkon) penanggulangan banjir yang sudah ditetapkan melalui keputusan bupati,” katanya. (kwl/adi)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia