Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Lokasi Seleksi CPNS Pemkab Sukoharjo Belum Jelas

04 November 2019, 16: 56: 58 WIB | editor : Perdana

SIAP-SIAP DAFTAR: Pemkab Sukoharjo kembali membuka rekrutmen CPNS tahun ini.

SIAP-SIAP DAFTAR: Pemkab Sukoharjo kembali membuka rekrutmen CPNS tahun ini. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo akan membuka lowongan 426 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 pada 11 November mendatang. Namun, penentuan lokasi tes masih akan melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota sekitar.

Kepala Bidang Mutasi Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo A. Fajar R. mengatakan, penerimaan formasi CPNS bisa jadi berbeda dengan Surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) perihal pengadaan ASN 2019. Disebutkan kuota CPNS sebanyak 451 formasi terbagi dari 136 formasi untuk umum dan 315 kuota untuk P3K.

”Di Sukoharjo bisa jadi tidak sama dengan menpan. Sebab ada beberapa formasi yang ternyata sudah penuh. Karenanya baru kita komunikasikan. Kemungkinan bisa berubah,” terang Fajar, kemarin (3/11).

Dia menjelaskan, tahun lalu dari 407 kuota CPNS hanya terisi 395 formasi. Di mana dokter spesialis tidak terisi karena peraturan usia maksimal 35 tahun. Namun, tahun ini aturan bagi dokter spesialis diubah dengan maksimal usia 45 tahun. Sehingga lowongan terbuka lebar.

”Kuota 426 itu kebanyakan akan dititikberatkan pada pendidikan dan kesehatan. Kalau sesuai kemenpan pendaftaran CPNS dibuka 11 November nanti,” imbuhnya.

Terkait teknis pelaksanaan Fajar mengaku masih dalam pembahasan. Meski mekanisme pelaksanaan sama dengan tahun sebelumbya yakni dengan menggunakan sistem Computet Assisted Test (CAT). Namun, terkait tempat pelaksanaan masih dalam pembahasan lebih lanjut.

”Rerutmen tetap dilakukan pusat yakni Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun, tahun 2018 pelaksanaannya kan jadi satu di Sragen. Nah, tahun ini ada edaran untuk mandiri. Karenanya kita masih koordinasikan dengan Kabupaten/Kota sekitar,” katanya.

Fajar mengaku belum mengetahui di mana tes akan dilakukan. Yang pasti pihaknya tengah mengadakan rapat koordinasi terkait pelaksanaan tes nantinya. Rencananya pihaknya akan berkerjasama dengan Kabupaten/Kota yang geografisnya berdekatan.

”Di mana bagaimana formatnya masih dikoordinasikan. Bagaimana yang paling efektif dan efisien pelaksanaan itu. Apalagi personil BKN juga terbatas,” imbuhnya.

Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa mengatakan jika formasi CPNS akan dibuka untuk umum sebanyak 30 persen. Sedangkan sisanya akan dialokasikan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Bagi P3k kemungkinan akan diisi oleh tenaga honorer yang telah tercatat di BKN. Di mana kuotanya diperkirakan sesuai dengan yang diajukan Pemkab Sukoharjo.

”Pemkab Sukoharjo telah menyiapkan anggaran dalam APBD 2019. Mekanismenya masih sama dengan tahun kemarin dengan sistem CAT. Jadi hasil test bisa terpantau melalui jaringan internet. Rekrutmen ini dilakukan oleh pemerintah pusat yakni BKN. Dan Pemda hanya memfasilitasi saja,” ungkapnya. (rgl/adi)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia