Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Pertamina Tawarkan Solusi Suplai BBM ke Pelosok

04 November 2019, 17: 01: 31 WIB | editor : Perdana

Pertamina Tawarkan Solusi Suplai BBM ke Pelosok

WONOGIRI – Otoritas Pertamina menawarkan solusi untuk mengatasi larangan pembelian BBM menggunakan jeriken, khususnya Pertalite di wilayah Wonogiri.

SR Supervisor Communication Pertamina MOR IV Arya Dwi Candra mengatakan, Pertamina tentu akan sangat kooperatif dengan pihak stakeholder seperti Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan. Pihaknya memberikan ruang untuk komunikasi dan koordinasi bila ada masyarakat yang jauh dari SPBU dan sulit mendapat BBM.

”Kita bisa musyawarah bersama hiswana migas setempat jika memang dibutuhkan adanya SPBU di wilayah yang jauh tersebut,” kata Arya, kemarin (2/11).

Menurut Arya, sesuai Perpres 191 tahun 2014, SPBU merupakan titik serah terakhir penjualan BBM dari produsen, yaitu Pertamina ke konsumen pengguna (kendaraan bermotor). Jika ada kebutuhan lain seperti pertanian, perikanan dan UMKM, dapat membeli menggunakan jeriken. Namun harus menggunakan surat rekomendasi dinas setempat.

”Artinya Pertamina tetap memperbolehkan. Namun harus ada surat rekomendasi penggunaan BBM oleh konsumen akhir,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Arya, beberapa waktu lalu, ada kejadian kebakaran SPBU di Pati dan Temanggung. Ternyata setelah diinvestigasi penyebabnya jeriken yang memang bukan standar untuk BBM. Terkait kesulitan warga di pelosok mengakses SPBU yang masih jarang, Pertamuna siap mendukung jika harus dibuatkan SPBU.

”Kita ada SPBU tipe yang kecil, semoga nantinya bisa membantu jika memang rekomendasinya seperti itu,” katanya. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Wahyu Widayati mengatakan bahwa pihaknya meminta kepada Pertamina untuk mengizinkan warga Wonogiri membeli BBM jenis pertalite menggunakan jeriken. Mengingat kondisi geografis di wilayah Wonogiri yang tidak memungkinkan bagi masyarakat untuk membeli langsung BBM ke SPBU.

”Tapi ya tidak perlu ketat-ketat, harus dilihat dulu keadaan daerah," ujar Wahyu. 

Wonogiri terdiri dari 25 kecamatan, sedangkan SPBU hanya ada 15 unit di 13 Kecamatan. Maka, kehadiran penjual bensin eceran di pelosok-pelosok masih sangat dibutuhkan di Wonogiri.

”Misaknya Eromoko, disana tidak ada SPBU, adanya di Wuryantoro dan Pracimantoro. Tidak mungkin kan dari pedalaman Eromoko, harus beli BBM ke Wuryantoro, apalagi Pracimantoro. Sudah habis di jalan buat wira-wiri,” tegas Wahyu. (kwl/adi)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia