Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

41 Kasus HIV/AIDS di Sukoharjo

·         Penderita Usia Produktif

04 November 2019, 17: 08: 54 WIB | editor : Perdana

PENCEGAHAN: Pengecekan ibu hamil dapat mengurangi risiko penularan HIV/AIDS

PENCEGAHAN: Pengecekan ibu hamil dapat mengurangi risiko penularan HIV/AIDS (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Sebanyak 41 warga Sukoharjo terjangkit HIV/AIDS selama kurun waktu Januari hingga Agustus 2019. Penderita rata-rata berusia produktif.

Koordinator Yayasan Sehat Mitra Sebaya peduli HIV/AIDS Garis Subandi mengatakan, setidaknya pada Agustus lalu tujuh orang terjangkit HIV/AIDS di Kecamatan Polokarto. Mereka belum pernah mendapat informasi terkait penularannya. Meski penyebab utama penularan karena perilaku hidup tidak sehat.

”Kami membantu dalam penanganan penderita HIV/AIDS. Dengan mengunakan sistem dukungan sebaya dan dukungan yang kami berikan pertama penerimaan statusnya, kedua akses layanan kesehatan, ketiga kepatuhan pengobatan dan keempat melakuken pencegahan positif salah satunya tidak menularkan ke pasangan dan lainnya seperti pemberdayaan,” katanya, kemarin (3/11).

Dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukoharjo mencatat kurun waktu 2008 -2019, 560 orang terjangkit HIV/AIDS telah mendapat perawatan. Sebanyak 102 orang meninggal, 27 di antaranya merupakan anak di bawah usia 20 tahun.

”Sampai saat ini rata-rata menyerang usia produktif. Mulai usia 20-50 tahun. Dengan total 468 kasus. Dan angka tertinggi justru di usia 20-30 tahun dengan 174 kasus,” terang Kepala Dinkes Sukoharjo, Yunia Wahdiyati.

Kecamatan Kartasura tertinggi dengan 78 kasus. Penyebabnya jauh dari pusat pemerintahan dan pemantauan yang masih kurang.

”Faktornya karena perilaku hidup tidak sehat seperti berganti-ganti pasangan dengan 14 kasus. Sedangkan pasangan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) justru hanya ditemukan satu kasus,” imbuhnya.

Untuk menekan angka tersebut Dinkes Sukoharjo juga memeriksa ibu hamil yang berisiko menularkan ke anaknya. ”Kenapa ibu hamil juga kami sarankan untuk memeriksakan diri karena harus mencegah. Sebab penularan HIV/AIDS salah satunya melalui ASI. Dan di Sukoharjo ada 11 kasus anak menderita HIV/AIDS,” terangnya.

Penderita belum bisa disembuhkan dan harus meminum obat Antiretrovital (ARV) secara rutin. Selain itu penderita harus memperhatikan asupan gizi. Sebab virus ini menyerang daya tahan tubuh inangnya.

”Gejala tidak akan terlihat karena baru ketahuan 5- 10 tahun kemudian. Dari semua kasus penyebab paling banyak didominasi hubungan seksual. Dan kami tidak jemu untuk mengingatkan agar tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah dan jangan menggunakan jarum suntik illegal,” tandasnya. (rgl/adi

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia