Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Waktu yang Tepat untuk Dekati Stakeholder Persis

05 November 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Perdana

KRITIKAN: Suporter Persis Solo sempat melakukan aksi di depan Balai Kota Surakarta (26/7). Aksi ini dilakukan mengkritik kinerja manajemen Persis.

KRITIKAN: Suporter Persis Solo sempat melakukan aksi di depan Balai Kota Surakarta (26/7). Aksi ini dilakukan mengkritik kinerja manajemen Persis. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

PEMILIHAN ketua umum PSSI sudah usai. Owner Persis Solo Vijaya Fitriyasa gagal menjadi orang nomor satu di federasi sepak bola Indonesia tersebut. 

Mantan wakil presiden DPP Pasoepati Ginda Ferachtriawan meminta Vijaya untuk kembali fokus mengurus Persis Solo. Salah satu langkah yang wajib dia lakukan saat ini adalah  menyelesaikan persoalan internal tim kebanggaan wong Solo tersebut. Salah satu yang perlu diselesaikan adalah polemik terkait penjualan saham. Yang mana terkait dia yang membeli saham 70 persen di PT Persis Solo Saestu (PSS), untuk bisa mengelola Persis. Pembelian ini dipermasalahkan oleh klub-klub internal. Banyak klub internal menganggap pembelian saham milik Sigid Haryo Wibisono di PT PSS belum sah, karena tanpa sepengetahuan klub internal yang juga punya 10 persen saham di PT PSS. 

”Apakah benar pembelian saham itu benar-benar dilakukan? Atau ada maksud lain menjelang pemilihan ketua PSSI?,” kata Ginda kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin (4/11). 

Pria yang juga anggota DPRD Surakarta ini mendesak kejelasan tersebut disampaikan sebelum kick off Liga 2 2020. Setelah persis gagal melaju ke babak 8 besar Liga 2 2019, saat ini tim memang vakum. Persis masih menunggu kepastian jadwal kompetisi musim depan yang belum diketahui kapan akan dimulai 

”Mumpung masih lama (kompetisi Liga 2 2020), alangkah lebih baik jika diklirkan dulu permasalahan dengan tim internal. Termasuk desakan Pak Her Suprabu (pendiri PT PSS) tentang RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham),” imbuhnya. 

Hal senada diutarakan oleh Presiden DPP Pasoepati Aulia Haryo. Dia juga mengaku ini waktu yang tepat manajemen baru bentukan Vijaya Fitriyasa untuk mendekatkan diri dengan suporter maupun stakeholder di Kota Solo lainnya. 

”Demi kelancaran musim depan agar bisa main di Solo, tentu alangkah baiknya segera melakukan pendekatan dengan banyak pihak. Termasuk menyelesaikan polemik saham yang dulu sempat memanas,” tuturnya.

Her Suprabu sendiri mengakui belum ada koordinasi terkait wacana manajemen Persis maupun Vijaya Fitriyasa menemuinya maupun dengan tim internal.  (irw/nik)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia