Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Per Hari, 400 Pengendara Kena Tilang

05 November 2019, 14: 02: 55 WIB | editor : Perdana

PROSES CEPAT: Sidang di tempat bagi pelanggar lalu lintas di Mako II Polresta Surakarta, Senin (11/4).

PROSES CEPAT: Sidang di tempat bagi pelanggar lalu lintas di Mako II Polresta Surakarta, Senin (11/4). (A.CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Dalam sepekan, Kejaksaan Negeri (Kejari) melayani pengurusan sanksi tilang sebanyak 2.700 kasus. Artinya, per hari terjadi sekitar 400 kasus pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polresta Surakarta. 

“Sehingga kita harus bekerja ekstra. Petugas sudah saya tekankan untuk memaksimalkan pelayanan agar masyarakat yang mengurus membayar denda tilang bisa dilayani dalam sehari,” terang Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surakarta Rini Hartatie saat memantau sidang tilang di depan Mako II Polresta Surakarta, Senin (4/11). 

Diakui kajari, sidang tilang di tempat itu sangat membantu mengurangi penumpukan pengurusan sanksi tilang di kantor kejari. Ditambahkan Rini, tidak sedikit pengurusan sanksi tilang dilakukan orang lain. Tanpa mengantongi surat kuasa dari si pelanggar. Sebab itu, petugas kejari menolaknya guna mencegak praktik percaloan. “Walau pun itu saudaranya harus tetap ada surat kuasa,” tandasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo siang kemarin, pengendara motor dihentikan dan dicek kelengkapan berkendara di depan Mako II Polresta Surakarta. Jika ditemukan pelanggaran, anggota satlantas akan memberikan penjelasan terkait jenis pelanggaran lalu lintas.

Proses selanjutnya, pengendara diminta menandatangani surat pelanggaran lalu menuju lokasi sidang di tempat yang sama. Hakim mewanti-wanti agar selalu tertib lalu lintas. Rampung sidang, pengendara menuju ke meja jaksa untuk melakukan pembayaran sanksi tilang.

Susilo, salah seorang pengendara yang terkena tilang mengaku cukup terbantu dengan sistem sidang di tempat. “Tidak perlu repot izin kantor (tempat kerja) untuk ikut sidang. Kalau dengan ini sehari selesai enak,” katanya.

Warga Boyolali itu terjaring razia kendaraan karena tidak membawa surat izin mengemudi (SIM). SIM-nya kedaluwarsa sebulan lalu dan belum sempat mengurus perpanjangan.

Wakasatlantas Polresta Surakarta AKP Made Ray Ardhana menjelaskan, sidang di tempat merupakan rangkaian Operasi Zebra Candi 2019. “Tujuannya memudahkan masyarakat supaya tidak menunggu proses sidang terlalu lama,” ucap dia.

Selama Operasi Zebra Candi 2019 sejak (23/10). Sedikitnya 4.620 pengendara ditilang. Mayoritas pelanggaran yakni berkendara tanpa dilengkapi surat-surat kendaraan. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia