Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Features

Mengenal Denia Noer Rosyad, Pengusaha Muda Bertalenta

05 November 2019, 14: 06: 18 WIB | editor : Perdana

Mengenal Denia Noer Rosyad, Pengusaha Muda Bertalenta

Setiap orang punya zona nyaman sendiri. Termasuk Denia Noer Rosyad yang rela banting setir dari zona nyamannya sebagai banker. Seperti apa kisahnya?

IRAWAN WIBISONO, Solo, Radar Solo

BEKERJA di kantor, duduk manis, ruangan berpendingin, seragam elegan dan gaji besar rupanya tak membuat Denia Noer Rosyad nyaman. Perempuan yang akrab disapa Denia ini mengaku telah lima bekerja di salah satu bank nasional semenjak lulus kuliah. 

Selama itu pula dia tidak bisa menemukan kebahagiaan yang selama ini diidamkannya. Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini ingin mencurahkan apa yang ada di dalam kepala.  

“Tidak banyak kesempatan untuk berkreasi kalau di dunia kerja. Jadi karyawan ya rasanya gitu-gitu aja. Padahal saya ingin bisa bebas berekspresi,” tutur Denia.

Apa yang menjadi kebahagiannya? “batik,” jawabnya singkat. Tak perlu banyak bicara, Denia membulatkan tekad untuk menekuni dunia baru. Dia memutuskan banting setir. Kini dia berkonsentrasi mengembangkan usaha penjualan batik di Pasar Klewer. Tak hanya itu, batik karyanya juga digandrungi oleh pejabat serta model berbagai kalangan. Terbaru, karyanya digunakan dalam ajang Solo Batik Fashion (SBF) belum lama ini.

“Basic saya memang selling (penjualan). Lalu berkolaborasi dengan rekan untuk desain-desain batiknya,” ujarnya.

Selain mendapatkan kebahagiaan, aktivitas itu terbukti mampu memberikan tantangan tersendiri bagi Denia. “Dari batik saya bisa kenal lebih banyak orang, dari semua kalangan. Lingkup pergaulan juga lebih luas dan lebih mudah bersosialisasi,” papar dia.

Beragam jenis dan motif batik pun dipelajarinya. Kini dia cenderung memilih batik tulis dan motif-motif pakem seperti Sidomukti dan Bokor Kencana, untuk dipadupadankan dengan berbagai busana. Baik modern maupun kebaya tradisional. Membesarkan usaha berbendera sendiri pun dirasa Denia membutuhkan perjuangan. Meski demikian dia enggan menyerah.

“Pameran ke mal-mal atau ikut ajang seperti Solo Batik Fashion (SBF) jadi sarana buat promosi atau mengenalkan produk. Sekaligus mengembangkan jaringan,” urai Denia.

Dia yakin dengan menjalankan apa yang disenangi lebih membahagiakan daripada menjalankan pekerjaan yang tidak ada dalam passion. (*/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia