Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Ruang Publik Stadion 45 Untuk Olah Raga

05 November 2019, 14: 28: 05 WIB | editor : Perdana

TAHAP PERTAMA: Renovasi Stadion Angkatan 45 Karanganyar terus dikebut.

TAHAP PERTAMA: Renovasi Stadion Angkatan 45 Karanganyar terus dikebut. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Bupati Juliyatmono berjanji perluasan ruang publik di Stadion Angkatan 45 yang saat ini baru dikerjakan tidak untuk pemindahan pedagang Taman Pancasila. Pasalnya, rumor tersebut sudah menyebar ke kalangan pedagang dan cukup meresahkan.

”Ada kabar kalau Stadion 45 nanti jadi ruang publik, pedagang yang ada di Taman Pancasila akan dipindah. Enggak, itu nanti murni akan dijadikan sebagai ruang publik. Bisa untuk olah raga, dan justru kalau ada yang mau mengembangkan usahanya bisa nanti ditata oleh pemerintah,” kata bupati yang akrab disapa Pak Yuli itu, kemarin (4/11).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Karanganyar Edy Sriyatno mengatakan, pelaksanaan renovasi tahap pertama Stadion 45 akan difokuskan menata dinding pagar yang mengelilingi stadion pada sisi timur, selatan, dan utara. Tujuannya agar lebih lebar untuk penggunaan ruang publiknya.

”Itu nanti akan kita kecilkan stadionnya. Sehingga luar stadion memiliki ruang publik yang lebih luas, bisa digunakan oleh masyarakat. Trek untuk lari akan kami hilangkan. Jadi di dalam stadion hanya ada lapangan sepak bola saja,” terang Edy.

Edy mengatakan, renovasi ruang publik di luar stadion nantinya dimanfaatkan untuk kegiatan olah raga senam, terapi kaki pada trotoar, dan juga pembangunan lapangan voli. Pemerintah setempat menetapkan anggaran Rp 5 miliar yang bersumber dari Alokasi Pendapatan Belanja Daerah (APBD) penetapan tahun 2019.

”Jadi masih ada tahap kedua yang kita rencanakan tahun depan,” jelas Edy.

Salah seorang warga setempat, Agus mengaku sepakat dengan rencana tersebut. Karena kawasan itu masih kurang ruang publiknya. ”Kalau di daerah lain selalu ada joging treknya di luar stadion. Sementara Karanganyar selama ini kan nggak ada,” jelasnya. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia