Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Yoni Jadi Tetenger Alun-Alun Pengging

05 November 2019, 15: 15: 51 WIB | editor : Perdana

DIRATAKAN: Proses pembongkaran bangunan Pasar Pengging yang lama menggunakan alat berat, kemarin (4/11). Di tengah pasar terdapat dua buah yoni yang tetap dipertahankan.

DIRATAKAN: Proses pembongkaran bangunan Pasar Pengging yang lama menggunakan alat berat, kemarin (4/11). Di tengah pasar terdapat dua buah yoni yang tetap dipertahankan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Proses pemugaran bangunan lama Pasar Pengging sudah berjalan. Namun, tidak semua bangunan dirobohkan dengan alat berat. Salah satunya sisa komponen bangunan candi yang masuk benda cagar budaya (BCB), yakni dua buah yoni.

Sebelum dibongkar, seluruh pedagang sudah dipindah ke bangunan pasar yang baru di kawasan Pipo. Sejauh 1 km dari bangunan pasar lama. Pemindahan pedagang dilakukan dengan kirab.

Sesuai rencana, bangunan lama pasar bakal disulap jadi Alun-Alun Pengging. Nah, sisa candi tersebut bakal jadi tetengernya. Diletakkan tepat di tengah-tengah alun-alun. Menjaga kelestariannya, candi akan dikelilingi pagar pengaman.

“Kami tetap mempertahankan yoni (di tengah-tengah pasar). Juga ada taman bermain nantinya,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali Totok Eko Y.P., kemarin (4/11).

Ditambahkan Totok, proyek Alun-Alun Pengging sedang dikebut. Mengingat tahun anggaran 2019 segera berakhir. “Pada tahap awal dilakukan penataan lahan dengan anggaran sekitar Rp 2 miliar,” jelasnya.

Semula, seluruh proyek dianggarkan senilai Rp 4 miliar. Namun karena tahun anggaran sudah mepet, dipastikan tidak selesai tahun ini. Kemudian diputuskan melakukan penataan lahan sebagai proyek tahap awal.

Lokasi ini bakal dimanfaatkan untuk taman terbuka hijau atau alun-alun. Merupakan rangkaian penataan kawasan wisata Pengging. Sekaligus diharapkan bisa mendongkrak Pengging sebagai ikon wisata.

“Kawasan ini nantinya juga dilengkapi food court atau pusat kuliner. Diperuntukkan bagi pedagang makanan yang selama ini mangkal di trotoar depan pasar,” imbuh Totok. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia