Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Lahan Parkir Citywalk Sisakan 6 Meter untuk Pedestrian

06 November 2019, 15: 11: 30 WIB | editor : Perdana

MASIH DIGODOK: Sela-sela pohon di citywalk Jalan Slamet Riyadi akan dimanfaatkan untuk parkir kendaraan.

MASIH DIGODOK: Sela-sela pohon di citywalk Jalan Slamet Riyadi akan dimanfaatkan untuk parkir kendaraan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta bersama instansi terkait mulai melakukan pengukuran kebutuhan lahan parkir di sepanjang citywalk Jalan Slamet Riyadi, Selasa (5/11). Itu sebagai tindak lanjut paparan wali kota belum lama ini.

Pengukuran yang melibatkan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR), dinas lingkungan hidup, badan perencanaan pembangunan daerah (Bappeda), satlantas polresta Surakarta, dan asosiasi parkir Surakarta (Asparta) itu menghitung lebar lahan citywalk dari Gladak hingga simpang empat Purwosari.

Diperoleh data lebar citywalk antara 10,5 meter hingga 11 meter. Dari lebar tersebut, sekitar empat meter di sela pohon satu dengan lainnya diusulkan menjadi lahan parkir. Sisanya, sekitar lebar enam meter untuk pedestrian.

“Kami tekankan tidak semua area (citywalk untuk parkir)), yang digunakan adalah area jalur hijau atau celah antara pepohonan. Sama sekali tidak menggangu hak pejalan kaki. Jalur pedestrian masih tetap," ungkap Kabid Perparkiran Dishub Surakarta Henry Satya kemarin (5/11). 

Jika usulan pemanfaatan sela pohon untuk parkir, lanjut Henry, mampu menata lahan parkir dengan lebih optimal. Mengingat selama ini pelaku usaha di sisi selatan Jalan Slamet Riyadi belum memiliki tempat parkir pelanggan.

"Informasi dari tim di lapangan, selama ini, baik roda dua maupun empat parkir begitu saja di citywalk. Akan kami atur lebih rapi. Nanti juga ada pembatasnya. Masyarakat tidak perlu risau. Parkir ini untuk umum, bukan khusus toko," terangnya.

Dishub menekankan pelaku usaha yang sudah memiliki fasilitas parkir privat harus memprioritaskan parkir di lahan sendiri. Tidak ada toleransi bagi pelaku usaha yang sengaja mengalihkan lahan parkir privat untuk kegiatan lain. "Maksimalkan lahan parkir pribadi dulu, baru memanfaatkan yang pemkot sediakan," tandas Henry.

Hasil pengukuran dan kajian lahan parkir di citywalk akan dilaporkan ke Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo. Targetnya awal Desember sudah ada keputusan.

Sebelumnya wali kota menuturkan, ekstensifikasi ruang parkir di citywalk Jalan Slamet Riyadi mampu menggairahkan lesunya denyut perekonomian di kawasan tersebut. “Namun yang harus digarisbawahi jika benar direalisasikan, harus tertib. Pelaku usaha jangan asal menaruh barang di citywalk,” ujar Rudy belum lama ini. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia