Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

3 Kali Gugatan Tabrak Lari Overpass Kandas

06 November 2019, 15: 27: 21 WIB | editor : Perdana

3 Kali Gugatan Tabrak Lari Overpass Kandas

SOLO – Bak pertandingan sepak bola, Satlantas Polresta Surakarta menang hat- trick. Bagaimana tidak, tiga kali digugat praperadilan dalam kasus tabrak lari overpass Manahan yang menewaskan Retnoningtri, warga Selembaran RT 03 RW 03 Kelurahan/Kecamatan Serengan, tiga kali pula majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surakarta menolak gugatan. 

Seperti pada sidang praperdilan di PN Surakarta, Selasa (5/11). Dalam putusannya, hakim tunggal Sunaryanto menolak gugatan suami korban, Marthen Jelipele. Hakim menilai Marthen bukan saksi pelapor maupun pihak ketiga yang berkepentingan dalam perkara ini.

Sidang berlangsung selama 30 menit. Setelah tidak ada sanggahan dari penggugat dan tergugat, Sunaryanto mengetuk palu tanda sidang selesai.

Usia sidang, Kasubbag Hukum Polresta Surakarta Iptu Rini Pangestuti mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan sesuai prosedur. "Termasuk kita selalu mengirimkan SP2HP (surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan) kepada keluarga korban. Hal ini membuktikan kalau kasus ini masih kita tangani secara profesional," ujarnya.

Senada diungkapkan Kanit Laka Satlantas Polresta Surakarta Iptu Adis Gani Gatra. Pihaknya masih mencari pelaku yang menabrak Retnoningtri di overpass Manahan awal Juli silam.

"Kita mohon dukungan kepada masyarakat agar kasus ini cepat selesai. Kemudian kalau masyarakat mèngetahui informasi terkait keberadaan mobil tersebut, diharapkan segera melapor. Informasi sekecil apa pun sangat bermanfaat untuk kita," paparnya.

Kendala apa yang dihadapi penyidik mengungkap identitas pelaku tabrak lari? Adis menyebut, identifikasi kendaraan. Sebab, ketika rekaman kamera pemantau diperbesar, hasil gambarnya blur, sehingga nomor polisi (nopol) kendaraan tidak bisa terlihat

"Kalau merekam secara live, memang bisa terlihat. Namun, ketika masuk ke mesin rekaman, kemudian dipindah (ke media lain), kualitas rekaman menurun. Hanya bisa menunjukkan detik-detik kejadian. Saksi di lapangan juga minim, karena kendaraan yang saat itu melintas tidak tahu berapa nopol kendaraan tersebut," urainya mewakili Kasat Lantas Kompol Busroni.

Sementara itu, kuasa hukum Marthen, Sapto Dumadi Ragil Raharjo mengatakan, pihaknya menghormati putusan tersebut. Tapi, bukan berarti berhenti mengawal kasus itu. Pascaputusan kemarin, dia akan berdiskusi dengan kliennya guna menentukan langkah hukum berikutnya.

"Kita terus meminta kepolisian bisa menangkap pelaku. Karena tidak mungkin pelaku hilang. Klien kami berharap kepolisian bisa bekerja secara maksimal. Apakah nanti akan mengugat kembali, akan didiskusikan terlebih dahulu," ucap dia. 

Sebelumnya, Marthen mempraperadilankan Polresta Surakarta karena sudah hampir empat bulan pascakejadian, tidak ada titik terang terungkapnya kasus. 

“Saya memutuskan minta bantuan hukum. Berulang kali saya datang ke Satlantas (Polresta Surakarta) untuk bertanya perkembangan kasus. Namun, informasi dari kepolisian hanya (sedang dalam) penyelidikan, tidak ada yang lain,” terangnya kala itu.

Marthen meminta pelaku tabrak lari segera ditangkap dan diproses hukum. “Keluarga sudah ikhlas. Tapi, bukan berarti pelaku bisa seenaknya saja sampai sekarang masih berkeliaran. Di sini saya menuntut keadilan,” tegas dia.

Selain Marthen, gugatan serupa juga pernah diajukan oleh Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) sebanyak dua kali dan sama-sama kandas. (atn/wa)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia