Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Kepala BKPM: Jateng Provinsi Terfavorit Investasi

06 November 2019, 18: 57: 23 WIB | editor : Perdana

PTSP TERBAIK: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (dua dari kiri) dalam CJIBF 2019 di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (5/11).

PTSP TERBAIK: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (dua dari kiri) dalam CJIBF 2019 di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (5/11). (DISKOMINFO JATENG)

Share this      

JAKARTA – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyematkan julukan provinsi terfavorit untuk investasi bagi Jawa Tengah. Alasannya, Jateng kini terdepan dalam pelayanan perizinan dari seluruh provinsi di Indonesia. 

Hal ini terbukti dengan capaian Jateng sebagai peringkat pertama penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Terbaik se-Indonesia. Dalam acara Investment Award 2018. 

“Jateng terbaik lah. Tentunya ini bukti bahwa pemerintah sudah support. Perizinan mudah menjadi modal utama dalam mengundang investasi,” ujar Bahlil dalam sambutannya pada Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2019 di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (5/11).

Bahlil juga menyampaikan agar BKPM dan Pemerintah Provinsi Jateng terus berkolaborasi untuk meningkatkan investasi industri furniture. Hal ini sejalan dengan pesan Presiden Jokowi agar pemerintah proaktif menangkap peluang investasi relokasi pabrik furniture. Dari perusahaan-perusahaan yang terdampak perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok. 

“Kami (BKPM) sudah beberapa kali mempertemukan pengusaha-pengusaha furniture di luar negeri dengan pelaku industri lokal. Harapannya agar mereka segera dapat bermitra dan membuat pabriknya di Jawa Tengah,” jelasnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan, Jawa Tengah mendulang bonus demografi lebih awal dibanding daerah lain. Untuk itu wilayah yang dipimpinnya membutuhkan investasi sangat besar. Untuk mengakomodasi angkatan kerja yang berlebih.

“Maka kami terus kejar investasi agar anak-anak kami bisa bekerja. Karena ketika daerah lain baru akan mendapat bonus demografi, kami sudah dapat bonus itu,” katanya.

Pada CJIBF 2019, Jateng menawarkan dua sektor unggulan. Yakni pariwisata dan manufaktur. Dua sektor ini didukung sektor lainnya. Yakni properti, infrastruktur, energi, dan agrikultur yang merupakan penopang utama pertumbuhan ekonomi.

Menjaring investor lebih banyak, Jateng akan menindaklanjuti CJIBF dengan menggelar wisata investasi. Para calon investor yang berniat melakukan penjajakan lebih dalam akan diajak berkeliling ke berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Silakan datang ke Jateng. Kami ajak wisata investasi. Tour guide-nya langsung Bu Ratna (Kepala DPMPTSP Ratna Kawuri),” ucap Ganjar. (kom/fer)

(rs/fer/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia