Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Tabrakan Pick Up Vs KA Joglosemarkerto, Sopir Tewas, Mobil Remuk

06 November 2019, 20: 18: 11 WIB | editor : Perdana

Kondisi mobil ringsek setelah tabrakan dengan kereta di perlintasan tanpa palang Kecamatan Gemolong

Kondisi mobil ringsek setelah tabrakan dengan kereta di perlintasan tanpa palang Kecamatan Gemolong (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Satu orang tewas dalam kecelakaan mobil pick up dengan kereta api (KA) Joglosemarkerto di perlintasan tanpa palang pintu Dusun Candirejo, Kelurahan Kwangen, Kecamatan Gemolong, Rabu (6/11). Kondisi mobil ringsek setelah dihantam kereta.

Korban tewas adalah Sugeng, 40, sopir mobil pick up jenis Daihatsu Gran Max bernopol AD 1895 YP. Kejadian bermula saat mobil yang memuat sembako berjalan dari arah timur menuju barat. Saat menyeberang di perlintasan tanpa palang pintu Ngebuk, secara bersamaan juga melintas kereta api dari selatan menuju utara.

Saat itu, perlintasan sedang tidak dijaga. Namun, ada sejumlah rambu-rambu untuk memperingatkan pengemudi agar lebih hati-hati. Diduga Sugeng tidak menyadari ada kereta yang akan melintas. Sehingga, warga Dusun Sendang Boto, Desa Soko, Kecamatan Miri nekat menyeberang. Tak ayal, tabrakan pun terjadi.

Lantaran hantaman yang sangat keras, mobil ringsek sampai terbalik dan terseret hingga 10 meter. Manager Humas Daerah Operasi (Daop) VI Jogja PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Eko Budiyanto membenarkan adanya kecelakaan sekitar pukul 15.25. 

”Benar ada kejadian saat kereta Joglosemarkerto melintas di perlintasan resmi. Pada saat kejadian, tanpa penjaga. Resmi karena di lokasi terdapat rambu-rambunya,” terang Eko.  

Kereta tetap melanjutkan perjalanan lantaran kecelakaan terjadi di perlintasan resmi kereta. Eko menegaskan, dalam kejadian tersebut justru kereta yang ditabrak oleh mobil. ”Perlu diluruskan kejadian itu artinya kereta yang ditabrak mobil, yang nabrak justru mobilnya,” terangnya.

Sementara itu, menurut warga setempat Heri, di lokasi tersebut sering terjadi kecelakaan antara kendaraan dengan kereta api. ”Mungkin karena tanpa palang, jadi sering kecelakaan. Ini sudah kesekian kali,” ungkap Heri. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia