Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Setahun, Staf Dispendukcapil Pemalsu E-KTP Kelabuhi 10 Korban

07 November 2019, 07: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Ilustrasi proses rekam e-KTP di Dispendukcapil Kota Surakarta

Ilustrasi proses rekam e-KTP di Dispendukcapil Kota Surakarta (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Oknum tenaga kontrak dengan perjanjian kerja (TKPK) di dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) yang terlibat kasus cetak kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) palsu mengaku telah melakukan aksinya sejak 2018. Selama setahun, Rian Riansyah, 35, telah mengelabuhi sekitar 10 warga yang ingin mencetak e-KTP dengan cara cepat bertarif Rp 500 ribu per KTP.

Kini TKPK yang ditugaskan melayani pencetakan fisik e-KTP di Kecamatan Laweyan itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. ”Sekali membuat, dia (pelaku) menarik tarif Rp 500 ribu per KTP. Namun ternyata pemesan hanya mendapat bentuk fisik dari KTP itu. Ketika NIK (nomor induk kependudukan) dimasukkan, tidak akan terbaca secara nasional. Dari pengakuan dia sudah membuat 10 KTP dan dijalanlan sejak 2018,” urai Kasat Reskrim Polresta Surakarta AKP Arwansa mewakili Kapolresta AKBP Andy Rifai, Rabu (6/11).

Arwansa menjelaskan, kasus itu bisa terbongkar setelah ada laporan dari Dispendukcapil Kabupaten Karanganyar. Di mana ada warga yang mencoba mengajukan utang di salah satu bank dengan e-KTP palsu buatan warga Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon itu.

”Jadi, ketika pihak bank akan mengakses data calon pengutang, data NIK-nya tidak keluar di database kependudukan alias NIK tersebut palsu. Kejadian ini lantas dilaporkan ke Dispendukcapil Karanganyar. Kemudian di Karanganyar dikoordinasikan ke Dispendukcapil Kota Surakarta dan dilaporkan ke kita dan kita lakukan penangkapan,” tuturnya.

Selain pelaku, pihak yang berwajib juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa handphone milik pelaku serta e-KTP palsu hasil karyanya. Saat ini, aparat kepolisian juga masih mendalami kasus, apakah jumlah e-KTP palsu hanya 10 atau masih ada yang lain.

Sementara itu, pelaku Rian dijerat dengan pasal berlapis. Antara lain UU No. 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan Pasal 94 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan atau pasal 96A dengan ancaman hukuman 10 tahun. Serta pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia