Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Peringati Hari Wayang, Jateng Gelar Wayangan Serentak di 22 Daerah

07 November 2019, 17: 21: 59 WIB | editor : Bayu Wicaksono

Gubernur Ganjar Pranowo memegang tokoh wayang saat menghadiri Hari Wayang Nasional 2019 di RRI Semarang, Rabu (6/11).

Gubernur Ganjar Pranowo memegang tokoh wayang saat menghadiri Hari Wayang Nasional 2019 di RRI Semarang, Rabu (6/11).

Share this      

SEMARANG - Hari Wayang Nasional tahun ini akan dirayakan secara meriah oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Rencananya, akan ada pertunjukan wayang secara serentak di 22 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, perayaan Hari Wayang Nasional secara serentak di 22 kabupaten/kota itu rencananya akan dihelat pada 19 November mendatang. Tidak hanya wayang kulit, namun ada pertunjukan wayang orang dan wayang animasi yang ditampilkan.

“Kami pastikan ini akan menjadi pertunjukan menarik, karena wayang kulit, wayang orang dan wayang animasi akan tampil secara bersamaan,” kata Ganjar saat menghadiri peringatan Hari Wayang Nasional 2019 di RRI Semarang, Rabu (6/11).

Pada puncak perayaan nanti, tidak hanya dimeriahkan dengan penampilan wayang. Namun, juga akan ada coaching clinic yang melibatkan anak-anak muda dalam dunia pewayangan.

“Namanya wayang for student. Jadi ada coaching clinic dan main bersama anak-anak. Mudah-mudahan kegiatan ini nantinya dapat menggairahkan dunia pewayangan Jawa Tengah,” tegasnya.

Ganjar menambahkan, sebagai daerah yang memiliki banyak seni tradisi, Jawa Tengah memang konsen betul dalam pengembangan kebudayaan. Tidak hanya sekadar menguri-uri atau melestarikan, namun Jawa Tengah lanjut dia akan terus mengembangkan seni tradisional itu.

“Harapannya, akan muncul inovasi dan kreasi dari masyarakat yang akan menambah semarak kesenian tradisional kita,” tegasnya.

Pertunjukan wayang kulit dengan dalang Ki Manteb Soedharsono di RRI Semarang sendiri berlangsung meriah. Ratusan masyarakat begitu antusias menyaksikan pentas wayangan tersebut.

Tidak hanya orang tua, sejumlah remaja dan anak-anak juga turut memadati lokasi acara. Dengan seksama, mereka menyaksikan pertunjukan wayang sambil sesekali mengabadikan momen dengan kamera handphone masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menitipkan pesan kepada masyarakat untuk menjaga kebudayaan. Tidak hanya dalam bentuk berkesenian, namun budaya rukun, saling menghormati dan juga menghargai penting untuk dikembangkan.

“Kebudayaan itu tidak hanya baju, tarian atau wayang seperti ini, tapi perilaku, hidup rukun, saling menghormati, tidak memaki itu juga bagian dari kebudayaan kita. Jadi dalam kesempatan ini, saya mengajak kita semua untuk menjaga dan melestarikan budaya bangsa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. 

(rs/bay/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia