Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Populerkan Wayang ke Milenial

Wawali: Kalau Tidak Kita, Siapa Lagi?

07 November 2019, 21: 08: 02 WIB | editor : Perdana

ADILUHUNG: Pameran beragam jenis kesenian wayang di Sentra IKM Semanggi kemarin (6/11). 

ADILUHUNG: Pameran beragam jenis kesenian wayang di Sentra IKM Semanggi kemarin (6/11).  (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO –Akhir 2018 lalu, Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan 7 November senagai Hari Wayang Nasional. Sejak saat itu, apresiasi masyarakat akan kesenian wayang makin tinggi. Salah satunya menggelar pameran di Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Semanggi, Rabu (6/11).

Pada kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ke depan itu, panitia menampilkan hasil produksi wayang kulit di eks Karesidenan Surakarta. Antara lain wayang kulit gaya Surakarta, pesisir, kreasi baru, wayang golek, dan sebagainya. Ada pula workshop dan pementasan wayang.

“Event ini diikuti perajin dan pelaku pertunjukan wayang yang tergabung dalam sanggar Wayang Gogon. Mayoritas berasal dari Kota Solo dan sekitarnya. Ada juga dari Pasuruan, Jawa Timur,” terang panitia penyelenggara Margono Prasetio.

Ditandaskannya, agenda tersebut guna memopulerkan seni wayang kepada  generasi muda. Bukan sekadar lewat pementasan, tapi juga proses pembuatan wayang, seminar, serta dan lomba mewarnai untuk anak-anak.

Wakil Wali Kota Surakarta Ahcmad  Purnomo yang membuka pameran mengapresiasi acara itu. Dia melihat antusias untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya di masyarakat makin tinggi.

"Warisan leluhur ini memang perlu dilestarikan. Kalau tidak kita, siapa lagi? Yang paling penting, kalau wayang makin lestari, potensi kepariwisataan juga bisa dioptimalkan. Salah satunya melalui wayang ini. Mulai dari berbagai pagelaran seni wayang hingga promosi proses produksi wayang," pungkasnya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia