Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Pemkab Wonogiri Gratiskan Seragam Siswa SD-SMP, Biayanya Rp 10 Miliar

09 November 2019, 08: 25: 59 WIB | editor : Perdana

Siswa SD di Wonogiri akan mendapatkan seragam secara cuma-cuma

Siswa SD di Wonogiri akan mendapatkan seragam secara cuma-cuma (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Pengadaan seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP di Wonogiri menelan Rp 10 miliar . Alokasi anggaran tersebut dijamin dari APBD kabupaten setempat.  Siswa tidak perlu bayar. 

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, kebutuhan seragam merupakan hal yang wajib dipenuhi oleh setiap peserta didik. Namun, seringkali masyarakat tidak mampu menjerit untuk memenuhi kebutuhan seragam. Sebagai sebuah entitas, pemkab hadir menjawab tantangan itu.

“Bung Karno pernah bilang merdeka adalah jembatan emas di seberang jembatan di situ ada masyarakat yang masih belum banyak perbaikan,” kata pria yang akrab disapa Jekek ini, Kamis (8/11).

Menurut Jekek, pada 2020, pihaknya akan memperkuat u basis pembangunan spiritual. Di dalamnya ada pendidikan, kesehatan, budaya, agama dan keyakinan. Bidang-bidang itu akan diberi ruang seluas luasnya.

“Keberadaan kami di pendidikan sudah mengalokasikan Rp 10 miliar untuk seragam gratis SD dan SMP se kabupaten. Ini sudah final,” kata Jekek.

Kemudian, untuk beasiswa mahasiswa berprestasi 2019 ini menyentuh angka Rp 5,8 miliar. Alokasi anggaran ini akan terus ditingkatkan. Pemkab akan menggandeng pihak ketiga untuk mengeluarkan dana corporate social responsibility (CSR) pendidikan. Ini  sekaligus upaya mengajak semua pihak untuk berkontribusi membangun Wonogiri melalui bidang pendidikan.

“Saat ini, mahasiswa yang kuliah di passing grade tinggi seperti ITB, kurang bisa memenuhi syarat IPK minimaĺ 3, karena pada jurusan kimia dan fisika. Kita harus cari cara untuk mengakomodasi mereka. Yakni dengan CSR pendidikan dari pihak ketiga,” kata Jekek.

Kemudian, untuk kesehatan pemkab akan memperbanyak penyertaan kepesertaan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Targetnya, pada Desember 2019 nanti ada 78 ribu kepesertaan baru.

“Jika kita hitung nanti kalau ada kenaikan premi 100 persen, kita siapkan Rp 40 miliar. Belanja langsung kami mampu kok,” ungkap Jekek.

Selain itu, masih ada infrastruktur. Saat ini pemkab masih akan berhitung setelah seluruh infrastruktur 2019 selesai. Pasalnya, kebutuhan untuk 2020 juga akan termasuk perubahan status jalan, dari jalan desa ke jalan kabupaten.

“Nanti kita hitung dulu. Tahun ini perbaikan 225 kilometer jalan selesai berapa. Ditambah nanti jalan yang belum diperbaiki dan jalan desa yang berubah menjadi jalan kabupaten,” ujarnya. 

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri Sriyanto memaparkan, konsep anggaran sebesar itu untuk seluruh siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Bahkan, termasuk sekolah berbasis keagamaan, seperti MIM dan MTs. “Konsepnya untuk semua, tapi untuk MIM dan MTs nanti ditawarkan dulu,” kata Sriyanto.

Ditegaskan Sriyanto, seragam gratis akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2020-2021. Artinya, siswa baru yang masuk pada 2020 yang mendapatkan seragam gratis. Yang tahun kelas II, III, IV, V, VI, VII dan VIII tidak mendapatkan seragam gratis.  

“Kita sesuaikan dengan anggaran dan jumlah siswa dan harga pada saat pengadaan. Kalau cukup seragam OSIS, Pramuka, batik dan olahraga,” pungkas Sriyono. (kwl/bun)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia