Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Tegas, Dishub Ciduk Jukir Ilegal di Pasar Klewer

09 November 2019, 15: 01: 48 WIB | editor : Perdana

TINDAKAN TEGAS: Petugas dishub menggembok mobil yang parkir di area terlarang, Jumat (8/11).

TINDAKAN TEGAS: Petugas dishub menggembok mobil yang parkir di area terlarang, Jumat (8/11). (DAMIANUS  BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta makin tegas dalam menegakkan aturan perparkiran di sejumlah titik larangan parkir di Kota Bengawan. Sebab, masih banyak ditemukan pelanggaran di lapangan. Salah satunya terkait keberadaan aktivitas juru parkir liar di kawasan Pasar Klewer.

Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Surakarta Henry Satya mengatakan, pihaknya terpaksa menggembok enam kendaraan roda empat di zona larangan parkir depan Pasar Klewer. Pelanggar aturan perparkiran itu didominasi plat luar kota. “Penertiban dilakukan Rabu (6/11) malam. Ada sejumlah kendaraan roda empat yang kami tindak karena parkir di zona larangan,” ujarnya, Jumat (8/11).

Setelah mendata dan komunikasi dengan para pemilik kendaraan, pihaknya baru mengetahui jika kejadian tersebut diawali adanya oknum juru parkir (jukir) nakal. Oknum itu sengaja mengarahkan kendaraan itu agar parkir di zona terlarang. 

Setelah ditelusuri, julir nakal ini merupakan jukir tidak resmi atau tidak memegang kartu tanda anggota (KTA) yang dikeluarkan Dishub Kota Surakarta. “Beberapa mobil tersebut ada yang berplat DK (Bali), H (Semarang) dan AD (Solo dan sekitarnya). Mereka (pemilik mobil) harus bayar denda buka gembok Rp 100 ribu. Nah beberapa yang dari luar kota ternyata diarahkan jukir liar,” jelas Henry.

Dishub langsung gerak cepat untuk mengonfirmasi oknum jukir liar tersebut. Setelah dilakukan pendataan, para jukir liar itu ternyata merupakan sejumlah tukang becak yang kerap mangkal di kawasan sekitar Pasar Klewer. Pihaknya langsung membina oknum tersebut. “Pelaku kami tangkap dan diberi pembinaan karena sudah meresahkan masyarakat. Dia narik tarif lima ribu rupiah, kalau d tarif resmi masuk zona C tiga ribu rupiah dan bisa progresif,” terang dia.

Dishub mengimbau agar pengguna jasa parkir menempatkan kendaraan bermotornya di kantong-kantong parkir yang telah disediakan. Mereka harus jeli dalam mengenali ciri petugas parkir resmi seperti yang menggunakan ID khusus serta berkarcis. Masyarakat diminta menolak jika diarahkan parkir di zona larangan. 

“Sudah ada petunjuk parkir. Selain itu bayarlah retribusi pada saat meninggalkan lokasi. Kalau ditarik di awal tidak usah diberi, petugas parkir sudah ada protapnya. Kami bekali ID card khusus. Kalau ada masalah parkir masyarakat bisa menghubungi kami,” tegas Henry.

Hingga hari ini, pengawasan dan pembinaan jukir terus dilakukan di sejumlah titik di Kota Bengawan. Seperti pembinaan terhadap jukir di Jalan Hasanudin, Jalan Slamet Riyadi, dan ruas jalan lain yang melibatkan Dishub Kota Surakarta, TNI dan Polri. 

“Sebulan bisa tiga sampai empat  kali pembinaan. Ini dilakukan untuk mengarahkan para jukir agar membeli pelayanan seperti aturan yang sudah ditentukan,” imbuh Kasi Pengendalian Operasi dan Pengawasan Dishub Kota Surakarta, Agus Purnomo. (ves/bun) 

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia