Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pemkot Surakarta Pastikan Dana Seleksi CPNS Cukup

09 November 2019, 15: 06: 11 WIB | editor : Perdana

LARIS: Pedagang buku di kios busri kebanjiran permintaan buku latihan naskah soal CPNS.

LARIS: Pedagang buku di kios busri kebanjiran permintaan buku latihan naskah soal CPNS. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Tidak sedikit kabupaten/kota yang kesulitan mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan seleksi CPNS 2019. Namun, DPRD Surakarta memastikan ketersediaan dana seleksi hingga masa pra jabatan (prajab).

Ketua Komisi I DPRD Surakarta Suharsono menyebut, pelaksanaan seleksi CPNS seluruhnya menggunakan APBD. Pemkot mengalokasikan Rp 750 juta dalam APBD 2020. Ditambah Rp 750 juta dari sisa anggaran rekrutmen tahun lalu.

“Jadi total anggarannya Rp 1,5 miliar. Itu penggunaanya dari penyediaan lokasi dan sarana tes, hingga nanti diselenggarakan prajab,” katanya, Jumat (8/11).

Pemkot berkewajiban menyediakan lokasi dan sarana maupun prasarana ujian, sedangkan materi soal, penilaian, serta keputusan akhir diserahkan kepada pemerintah pusat. “Setelah itu nanti kita siapkan anggaran pegawai untuk gaji CPNS yang diterima di Pemkot Surakarta,” imbuhnya.  

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan Daerah (BKPPD) Surakarta Rachmat Sutomo menambahkan, tahapan seleksi tidak jauh berbeda dengan rekrutmen tahun lalu. Meliputi administrasi, seleksi kompetensi dasar (SKD), dan seleksi kompetensi bidang (SKB).

"Kami hanya menyiapkan anggaran, petugas, dan pengawas. Anggaran sudah siap, senilai Rp1,5 miliar untuk menyewa komputer, bandwith (koneksi internet), sewa kursi/meja, gedung, dan perangkat lainnya,” katanya.

Di lain sisi, akan digelarnya seleksi CPNS membawa berkah bagi pedagang buku di kios busri (Mburi Sriwedari). Buku latihan naskah soal CPNS banyak diburu. "Permintaan meningkat sejak awal bulan ini. Kami mulai tambah stok barangnya," ujar Siti Mariyani, 54, pedagang buku di kios busri.

Satu buah buku panduan tes CPNS dibanderol Rp 195 ribu. Tapi, ketika mendekati hari H tes, bisa mencapai Rp 200 per buku. "Kebetulan banyak barang yang habis. Sayang dari pihak distributor belum memberikan kepastian kapan permintaan tambahan buku bisa dikirim. Ya terpaksa menolak sejumlah pembeli,” terang pedagang lainnya Kusaini Rohmat, 38.

Salah seorang pembeli buku pantuan tes CPNS Rachmati mengaku jauh-jauh hari mencari buku tersebut agar punya kesempatan lebih lama belajar naskah soal. “Kalau bisa bukunya segera ditambah. Soalnya cari di mana-mana sudah agak sulit. Harus menunggu kirimannya datang," ujarnya. (irw/ves/wa) 

(rs/ves/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia