Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Picu Inflasi, Harga Daging Ayam Meroket

09 November 2019, 15: 37: 07 WIB | editor : Perdana

Picu Inflasi, Harga Daging Ayam Meroket

SOLO – Harga komoditas daging ayam ras terpantau meningkat. Padahal para pedagang mengaku tidak terjadi permasalahan terkait stok dari peternak maupun distributor. Sementara itu, harga komoditas cabai justru anjlok.

Sakiyem, 54, pedagang Pasar Legi mengaku saat ini harga daging ayam ras Rp 34 ribu per kilogram (kg). Harga terpantau naik sejak tiga pekan terakhir. Dia mengaku pasrah dengan kondisi tersebut. Mengingat harga daging ayam ras sempat turun di angka Rp 29 ribu per kg pada September. Kemudian naik hingga Rp 32 ribu per kg di akhir Oktober.

“Harga daging ayam naik terus, tidak ada turunnya. Saya sampai pusing mau jualnya bagaimana. Stok aman, tapi pembeli sepi. Bahkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW saja juga sepi pembeli,” keluhnya, kemarin (8/11).

Terkait stok daging ayam, Sakiyem mengaku aman. Sebab dia sudah memiliki langganan pemasok. Biasanya saat weekend, dia bisa menjual hingga 20 ekor ayam ras per hari. Namun di hari biasa, tak ada separonya. “Meski harga tinggi, saya tidak kurangi stok. Mudah-mudahan saja pembeli ramai,” ujarnya.

Keluhan juga dilontarkan Sarni, 47, pedagang daging ayam di Pasar Legi. Dia dagangannya tidak pernah habis. Terpaksa dia menjualnya di hari berikutnya. Tapi, kualitas tetap nomor satu. Dia akan menjual daging yang layak konsumsi. Sedangkan yang sudah tidak layak bakal dibuang. 

“Beberapa pembeli sering menawar di bawah harga Rp 34 ribu per kg. Ya tidak saya berikan. Bingung ini mau buang (menjual) ke mana? Pasar sekarang sepi. Banyak pelanggan saya yang hilang karena penataannya di luar Pasar Legi. Ya harapannya segera membaik. Harga ayam sudah naik sejak dari peternak,” bebernya. (gis/fer) 

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia