Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Gunungan Ludes sebelum Sempat Didoakan

10 November 2019, 07: 05: 59 WIB | editor : Perdana

ANTUSIAS: Warga berebut isi gunungan dalam Grebeg Maulid, Sabtu (9/11). Kegiatan untuk memeringati hari lahir Nabi Muhammad SAW sekaligus puncak perayaan Sekaten.

ANTUSIAS: Warga berebut isi gunungan dalam Grebeg Maulid, Sabtu (9/11). Kegiatan untuk memeringati hari lahir Nabi Muhammad SAW sekaligus puncak perayaan Sekaten. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO  – Puncak perayaan Sekaten Keraton Kasunanan Surakarta ditandai dengan Grebeg Maulid dengan kirab dua gunungan Jaler dan Estri, Sabtu (9/11). Setiap tahun, antusuias warga untuk menghadiri upacara adat ini tidak pernah surut. Saking semangatnya, sebelum didoakan, isi gunungan ludes diperebutkan.

Sejak pukul 10.00, warga sudah memadati halaman Masjid Agung Surakarta. Mereka dengan sabar menunggu datangnya gunungan yang diarak dari Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta.

Sekitar 45 menit kemudian, yang dinanti-nanti tiba. Satu pasang gunungan Jaler dan Estri tiba di Masjid Agung. Warga terlihat sudah tak sabar untuk mengambil isi gunungan. Benar saja, belum sempat didoakan, isi gunungan sudah ludes jadi rebutan.

Tantri Ratna Dewi, warga asal Palembang, Sumatera Selatan ikut berebut gunungan. Dia datang ke Solo bersama rombongan tempatnya bekerja dalam rangka liburan. “Awalnya mau ke Pasar Klewer, cari oleh-oleh baju buat orang di Palembang. Pas sampai sana, banyak orang dari Klewer berbondong-bondong ke Masjid Agung. Katanya mereka mau rebutan gunungan,” ujar dia.

Karena penasaran, Tantri dan rombongan ikut menuju Masjid Agung untuk berebut isi gunungan. “Tadi dapat kacang panjang. Katanya sih berkah,” ujar perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai staf human research development (HRD) bank ini.

Sekretaris Masjid Agung Surakarta Abdul Basit menuturkan, gunungan merupakan simbol sedekah dari raja. Namun ada pula yang menggap ini sebagai berkah dari Yang Maha Kuasa. “Semakin banyak gunungan yang dikeluarkan raja, itu menandakan raja dapat rezeki yang melimpah. Menandakan nikmat yang diturunkan Allah kepada raja disebarkan kepada masyarakat,” tuturnya. Ditambahkan Abdul Basit, Grebeg Maulid sekaligus sebagai peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia