Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

TNI Ajak Seluruh Elemen Lebih Peduli Pejuang

10 November 2019, 09: 15: 59 WIB | editor : Perdana

GOTONG ROYONG: Kerja bakti personel TNI-AD dan RST Slamet Riyadi di rumah Slamet Riyadi.

GOTONG ROYONG: Kerja bakti personel TNI-AD dan RST Slamet Riyadi di rumah Slamet Riyadi. (RST SLAMET RIYADI FOR RADAR SOLO)

Share this      

PERJUANGAN dan pengorbanan Slamet Riyadi demi kemerdekaan tidak akan hilang dari sejarah. Sebab itu, sebagai generasi penerus, harus menghargai dan meneladani semangat pahlawan. Seperti dilakukan personel TNI-AD yang bertugas di Rumah Sakit Tentara (RST) Slamet Riyadi. Belum lama ini, mereka menggelar tirakatan di kediaman Slamet Riyadi.

Tirakatan digelar secara sederhana di depan kamar sang pahlawan nasional. “Kegiatan itu sebagai puncak anjang sana di kediaman Brigjen Slamet Riyadi bersama keluarga dan segenap personel TNI-AD,” terang Kaur Renprogar RST Slamet Riyadi Lettu CKM Rudy Setiawan.

Sebelum tirakatan, sejumlah personel TNI-AD kerja bakti membersihkan rumah Slamet Riyadi selama sepekan sesuai arahan Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah 04.04.04 Surakarta Letkol CKM dr. Wijiono dan Kepala RST Slamet Riyadi Letkol CKM dr. Oejang Setijawan.

Kerja bakti yang dipimpin Letda CKM Supriyanto itu membersihkan langit-langit hingga mengecat ulang sejumlah tembok yang mulai memudar. “Sesuai arahan komandan, ini sebagai bentuk bakti kami pada senior dan keluarganya. Paling tidak kami generasi muda, juniornya saat ini bisa ikut memelihara dan menjalin hubungan baik dengan keluarga beliau (Slamet Riyadi),” terang Rudy.

Dia berharap elemen lainnya ikut berpartisipasi dalam menjaga aset bersejarah macam itu. “Tidak hanya kerja bakti, kalau ada rezeki lebih, RST Slamet Riyadi berencana memugar kediaman Slamet Riyadi. Minimal membangun gapura agar masyarakat tahu di sinilah kediaman sang pahlawan nasional,” ujar dia.

Sebagai prajurit, Rudy cukup mengenal sosok Slamet Riyadi dari para seniornya di kesatuan. Selain berprestasi dalam menumpas penjajah dan gerakan separatis, Slamet Riyadi juga merupakan salah seorang pelopor pembentukan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). 

“Gagasan itu muncul ketika Slamet Riyadi bertugas menumpas RMS di Ambon. Sayangnya sebelum ide itu bisa direalisasikan, beliau harus wafat dalam pertempuran. Untungnya gagasan itu sudah didiskusikan dengan pimpinan Operasi Senopati, Kolonel A.E. Kawilarang. Beliau lah yang kemudian meneruskan ide itu saat menjabat sebagai Panglima Tentara Teritorium III (sekarang Kodam III/Siliwangi),” ungkapnya.

Berdasarkan laman sejarah-tni.mil.id, Kolonel A.E. Kawilarang menilai perlu mewujudkan gagasan Letkol Slamet Riyadi untuk membentuk pasukan istimewa. Dua tahun pasca wafatnya Slamet Riyadi, pembentukan pasukan khusus dirintis dan terbentuknya Kesatuan Komando. Pasukan inilah yang menjadi cikal bakal Kopassus. 

Jasa Slamet Riyadi juga terpatri di civitas akademika Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta. Antara lain diwujudkan dengan menggelar doa bersama di taman makam pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti, Jurug. Termasuk mengundang keluarga dan kerabat Slamet Riyadi untuk memberikan petuah dan nilai-nilai perjuangan sang jenderal di kampus.

“Kampus kami dengan sengaja mengambil nama beliau dengan harapan bisa meneruskan perjuangan di era sekarang,” terang Wakil Rektor III UNISRI Dr. Sutoyo.

Di kampus ini juga terdapat mata kuliah wajib Keslametriyadian. Di dalamnya mengajarkan tentang sikap kejujuran, pantang menyerah, tanggung jawab, rela berkorban, tanpa pamrih, dan sebagainya yang diilhami dari Slamet Riyadi.

“Yang paling penting itu bukan sebatas kenal atau tahu siapa pahlawan kita. Namun bisa meneruskan semangat perjuangan para pendahulu. Unisri konsisten mengusung nilai-nilai itu. Nanti segera kami usulkan untuk memberikan bantuan rehab rumah Slamet Riyadi,” urainya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia