Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pemkot Solo Copot Rambu Jalur Sepeda yang Usang

10 November 2019, 12: 30: 59 WIB | editor : Perdana

JALUR KHUSUS: Rambu di jalur sepeda yang sudah terpasang jelas di Jalan Slamet Riyadi. 

JALUR KHUSUS: Rambu di jalur sepeda yang sudah terpasang jelas di Jalan Slamet Riyadi.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemkot Surakarta bakal memperbarui markah jalur sepeda yang tersebar di enam titik jalan utama sepanjang 28 kilometer. Tujuannya, memastikan pesepeda mendapatkan haknya.

Jalur lambat rambu pesepedanya diperbarui yakni di Jalan. Adisucipto, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Kol. Sutarto, Jalan Ir. Sutami, dan Jalan Jenderal Sudirman (Jensud). Saat ini di ruas jalan sepanjang 28 kilometer itu, markah maupun rambu jalur pesepeda belum terfasilitasi dengan baik. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Hari Prihatno mengatakan, penambahan markah dan rambu dilakukan khusus di jalur lambat dan satu ruas jalan Jensud.

“Kami akan survei terlebih dahulu di ruas jalan tersebut. Kemudian di ruas jalan lain juga harus dijelajahi. Prioritas secepatnya di Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Jenderal Sudirman. Markah dan rambu jalan ini penting agar masyarakat paham kalau itu jalur sepeda. Langkah ini kami lakukan agar Solo menjadi kota yang layak untuk bersepeda,” urainya, Sabtu (9/11).

Selain markah dan rambu, lanjut Hari, pihaknya bakal menjajaki modifikasi jalur sepeda, seperti memasang pembatas antara jalur sepeda dengan jalur lainnya.

Pengamat transportasi Lingkar Studi Transportasi Indonesia Sukma Larastiti mendukung rencana tersebut. Menurutnya, penataan berbasis pesepeda justru secara positif meningkatkan pertumbuhan ekonomi kota.

“Sudah ada kajiannya. Pesepeda lebih banyak mengeluarkan uang untuk membeli barang tiap kali mereka mampir (ke pusat perdagangan). Mereka lebih sering mampir daripada pengendara mobil, yang mampirnya lebih sedikit walaupun pembeliannya besar,” ungkap dia.

Selain punya manfaat ke pertumbuhan ekonomi secara langsung, perempuan yang akrab disapa Lala ini menyebut jalur sepeda juga bermanfaat menurunkan beban ekonomi dari penyakit orang kota. Seperti diabetes, jantung, depresi, dan sebagainya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia