Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Features
Komunitas Jajan Pahala Region Solo

Ajak Bersedekah, Anggota Kalangan Anak Muda

10 November 2019, 09: 50: 59 WIB | editor : Perdana

Ajak Bersedekah, Anggota Kalangan Anak Muda

Bersedekah tak harus menunggu sampai kaya. Komunitas Jajan Pahala membuktikannya dengan bersedekah semakin menambah rezeki. Mereka dari kalangan anak muda, cara penghipunan donasi juga menarik.

ANAK muda masa kini identik dengan hedonisme, konsumerisme, dan gaya hidup lainnya yang sifatnya menghambur-hamburkan uang. Terlebih dengan pesatnya kemajuan teknologi yang makin memudahkan mereka berbelanja tanpa perlu repot keluar rumah. Lalu, apakah generasi milenial masih berpikir tentang pentingnya menyisakan pendapatannya untuk berbagi terhadap sesama?

Di mata anak muda, sedekah hanya dilakukan oleh orang tua yang sudah berpenghasilan tetap dan banyak. Padahal, anak muda juga bisa bersedekah dan berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Menyesuaikan kondisi anak muda yang tidak bisa lepas dari gadget, kini menjamur komunitas sedekah online. Menggunakan media online sebagai sarana donasi. Jajan Pahala adalah satu dari sekian komunitas sosial yang memanfaatkan konsep bersedekah kekinian tersebut.

”Nama ini dipilih karena para founder ingin uang yang sehari-hari dipakai untuk jajan juga dapat digunakan untuk membantu orang-orang di sekitar dan menjadi pahala di kemudian hari,” ungkap salah seorang volunteer Jajan Pahala region Solo-Jogjakarta, Fikrina Faraidi Fardani kepada Jawa Pos Radar Solo.

Selama ini, anak muda terlalu semangat dan sibuk dengan urusan duniawi. Misalnya, sibuk kuliah, sibuk kerja, dan lain sebagainya. Bahkan untuk sekadar berbagi terhadap sesama pun, mereka tak memiliki waktu luang yang cukup.

”Kami ingin mengajak mereka merasakan indahnya berbagi di usia muda. Mereka tidak perlu bingung menyerahkan kepada siapa yang berhak mendapatkan bantuan sedekah. Kami siap menyalurkannya ke orang-orang yang tepat,” katanya.

Setiap seminggu sekali, member Jajan Pahala menghimpun sedekah dari teman-teman muda dan dari siapapun yang ingin bersedekah. Jajan Pahala memiliki rekening bank pribadi yang terpampang di media sosial. Bagi mereka yang ingin bersedekah bisa segera langsung mengirim sejumlah uang ke rekening tersebut.

”Hasil menghimpun dana sedekah itu kemudian diberikan pada orang-orang yang membutuhkan. Kami kunjungi mereka secara langsung sehingga bisa dipastikan memang tetap sasaran. Kami juga memastikan barang yang diberikan benar-benar mereka butuhkan,” sambungnya.

Apa buktinya? Tentu foto dokumentasi yang di-upload di media sosial Jajan Pahala. Para donatur, yang merupakan anak muda, bisa memantau kegiatan member Jajan Pahala saat menyalurkan dana sedekah tersebut. Fiki, sapaan akrabnya, menyebut pendokumentasian di media sosial tersebut terbukti ampuh memperluas jaringan sedekah.

”Ini menjadikan komunitas semakin luas dan hadir di beberapa kota besar. Saat ini Jajan Pahala sudah ada di enam kota. Jakarta, Bogor, Bandung, Bekasi, Cilegon, dan Jogja. Kota Solo masih menjadi satu dengan Jogja. Karena beberapa member-nya juga banyak dari Solo,” imbuhnya.

Jajan Pahala terbentuk dari inisiatif empat mahasiswi yang ingin memiliki manfaat bagi orang lain di sekitarnya. Di masa perkuliahan yang memasuki semester 8, mereka belum bisa memberikan kontribusi untuk lingkungan.

”Akhirnya, para founder mulai mencoba untuk rajin sedekah dan memberikan takjil untuk orang yang berpuasa sunah pada hari Kamis. Saat itu murni uang pribadi saja, tetapi lama-kelamaan akhirnya mereka bercerita pada teman-teman lainnya dan kabar baiknya adalah mereka sangat antusias untuk turut membantu juga. Alhamdulillah, sampai sekarang Jajan Pahala masih eksis melanjutkan misi mereka,” tandasnya. (aya/adi)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia