Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

80 Rumah Rusak Berat Disapu Angin Puting Beliung

11 November 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Perdana

RUSAK BERAT: Salah satu rumah warga di Kecamatan Sidoharjo tertimpa pohon akibat puting beliung, Sabtu (9/11).

RUSAK BERAT: Salah satu rumah warga di Kecamatan Sidoharjo tertimpa pohon akibat puting beliung, Sabtu (9/11). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Setidaknya 80 rumah lebih di tiga kecamatan rusak akibat disapu angin puting beliung pada Jumat (8/11) hingga Sabtu (9/11). Selain itu, sejumlah pohon tumbang dan saluran irigasi terdampak. Paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Sidoharjo.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, angin puting beliung menerjang tiga kecamatan sejak Jumat pukul 16.00. Di Lapangan Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, puting beliung mengakibatkan tenda kajang yang akan dipergunakan untuk kegiatan pergelaran wayang kulit rusak.

Pada hari yang sama di Kecamatan Sidoharjo, puting beliung melanda sekitar Pasar Sidoharjo. Akibatnya, atap bangunan kios mengalami kerusakan. Tiga unit tenda dan gerobak PKL di Pasar Sidoharjo mengalami kerusakan.

”Masih di Kelurahan Sidoharjo, tiga pohon tumbang mengenai jaringan listrik di lingkungan Bakalan kulon dan 1 pohon tumbang di Keron lor,” kata Bambang. 

Selain itu, atap bangunan balai kelurahan mengalami kerusakan. Papan nama gapura masuk kantor Kecamatan Sidoharjo juga rusak. Angin yang disertai hujan juga merusak bangunan saluran air irigasi Dusun Wates, Desa Mojoreno, Kecamatan Sidoharjo. Saluran itu erosi akibat tekanan aliran air.

”Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, kerugian material masih proses perhitungan. Upaya koordinasi dengan petugas PLN untuk pembenahan jaringan listrik yang tertimpa pohon,” ujarnya.

Angin puting beliung kembali terjadi di wilayah Kecamatan Sidoharjo dan Kecamatan Jatisrono pukul Sabtu pukul 14.30. Puluhan rumah, pohon tumbang dan kerusakan bangunan rumah terutama bagian atap.

Sementara di Kecamatan Jatisrono, tepatnya di Desa Watangsono, delapan unit rumah dengan kerusakan bagian atap. Rata rata kerusakan bangunan atap rumah dengan klasifikasi ringan sampai sedang.

”Upaya penanganan pemulihan sebagian sudah tertangani oleh warga masyarakat dibantu relawan tangguh bencana desa secara gotong royong. Untuk koordinasi terkait gangguan jaringan listrik telah difasilitasi PLN untuk pemulihannya. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, kerugian material masih dalam proses perhitungan petugas assesment,” tandasnya. (kwl/adi)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia