Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Sama-Sama Dukung Gibran di Pilkada, PKS & PSI Tetap Ogah Berkoalisi

11 November 2019, 07: 15: 59 WIB | editor : Perdana

Badan Pemenangan Pemilu dan Pemilukada PKS Sugeng Riyanto

Badan Pemenangan Pemilu dan Pemilukada PKS Sugeng Riyanto

Share this      

SOLO - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan bakal melawan calon wali kota yang diusung PDIP. Namun demikian, partai berlambang padi emas itu punya pandangan untuk mendukung Gibran Rakabuming Raka yang notabene kini telah terdaftar sebagai kader PDIP.

Dengan mendukung Gibran, PKS berupaya mengakomodir suara anak muda dalam pesta demokrasi tingkat kota ini.

"Kita sedang mencari sosok yang tepat untuk bertarung di pilwakot mendatang. Mungkin saja sosok muda seperti Mas Gibran kita beri kesempatan," ucap Badan Pemenangan Pemilu dan Pemilukada PKS Sugeng Riyanto.

Menanggapi dukungan PKS terhadap putra sulung presiden Joko Widodo itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai pikir-pikir. Sebab partai pimpinan Grace Natali ini dengan tegas tidak akan berkoalisi dengan PKS dalam forum apa pun, termasuk pilkada.

Namun, sedari awal PSI Solo memang sudah secara pasti memberikan dukungannya untuk Gibran dalam Pilkada 2020.

"Dalam kesempatan ini PSI menghormati siapa pun nama yang akan diajak Gibran berpasangan. Namun, dari DPP hingga DPD PSI tetap berkomitmen tidak akan berkoalisi dengan PKS di pilkada mana pun.  Kami tetap menjaga komitmen ini,” terang legislator PSI Antonius Yogo, Sabtu (9/11).

Menurut Yogo sangat kecil kemungkinan  Gibran menggandeng PKS sebagai pasangan. ”Itu bisa saja gimmick-gimick,” imbuhnya.

Namun demikian, dia menyerahkan seluruh keputusan pada Gibran mengenai siapa yang akan mendampinginya kelak. Idealnya, lanjut Yogo, Gibran berpasangan dengan sosok yang berjiwa muda dan paham mengenai persoalan eksekutif. ”Itu perpaduan yang pas untuk Gibran,” tegasnya.

Sementara itu, Sugeng Riyanto  mengatakan bahwa dalam konteks pilkada, yang dihitung adalah suara. Dia menegaskan kembali jika PKS mempunyai lima kursi di DPRD, sedangkan PSI hanya satu kursi.

”Kami mempunyai suara signifikan sebesar 37 ribu suara dan mesin partai yang solid. Sehingga semua kandidat akan memandang dan menghitung jumlah suara sebesar itu. Jadi persoalan semacam ini tidak perlu terjadi. Ning politik rasah baperan,” katanya. (irw/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia