Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Features

Program Sedekah ala Kapolsek Pasar Kliwon

11 November 2019, 14: 59: 37 WIB | editor : Perdana

JIWA SOSIAL: Kapolsek Pasar Kliwon AKP Tegar Satrio Wicaksono bersedekah nasi bungkus di depan mapolsek.

JIWA SOSIAL: Kapolsek Pasar Kliwon AKP Tegar Satrio Wicaksono bersedekah nasi bungkus di depan mapolsek. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

Tugas aparat kepolisian selain menegakkan hukum, juga mengayomi, melindungi, serta melayani masyarakat. Seperti dilakukan Kapolsek Pasar Kliwon AKP Tegar Satrio Wicaksono. Tiap pekan bersedekah membagikan ratusan nasi bungkus kepada kaum dhuafa.

A. Christian, Solo, Radar Solo

GEROBAK aluminium warna hijau dan kuning terparkir rapi di halaman Mapolsek Pasar Kliwon, Jumat siang (8/11). Di sisi kiri atas tertulis “Berbagi Sedekah Halal” dan gambar nasi bungkus. Sedangkan di sisi kanan tertulis “Polsek Pasar Kliwon”.

Di dalam gerobak tersusun rapi ratusan nasi bungkus yang ditata anggota polsek. Tak berselang lama, muncul perwira polisi mendekati gerobak tersebut. Ya, dia tak lain Kapolsek Pasar Kliwon AKP Tegar Satrio Wicaksono. Pencetus ide program sedekah berbagi nasi bungkus.

Usai salat Jumat, gerobak tersebut diserbu masyarakat. Mayoritas pedagang asongan, tukang becak, kaum duafa, dan buruh gendong Pasar Klewer. Perwira pertama berpangkat balok tiga di pundak ini tak canggung membagikan nasi bungkus. 

Tak butuh waktu lama, dalam hitungan menit ratusan nasi bungkus di gerobak ludes. Melihat gerobak kosong, Tegar segera menghampiri mobil patroli polsek. Mengambil ratusan nasi bungkus yang sudah disiapkan sebelumnya.

“Ingin mencari cara bagaimana bisa mendekatkan diri kepada masyarakat. Akhirnya ketemu ide membuat gerobak sedekah. Jadi program ini bertujuan untuk memberikan pelayanan khusus pada masyarakat yang kurang mampu. Seperti tukang becak, pemulung, dan lain sebagainya,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Program ini sudah berjalan dua pekan. Sebelum digulirkan, sudah mendapat restu dari pimpinan. Usai mendapat lampu hijau, Tegar langsung berburu gerobak. Di awal sedekah, hanya 100 nasi bungkus yang dibagikan. Ternyata antusias masyarakat cukup tinggi. Sampai-sampai banyak yang tidak kebagian.

“Dulu sempat kewalahan. Saya kira karena baru pertama, saya bagikan 100 bungkus dulu. Ternyata yang datang banyak sekali. Akhirnya porsinya kami tambah. Kasian kan (masyarakay) mau makan tapi tidak dapat jatah,” bebernya.

Sedekah berbagi nasi bungkus ini digulirkan sepekan dua kali. Tepatnya tiap Selasa dan Jumat. “Nasi yang dibagikan hasil kolektif keluarga besar anggota Polsek Pasar Kliwon,” ujarnya.

Selain patungan anggota polsek, Tegar juga membuka keran bantuan dari pihak mana pun yang bersedia. “Siapa saja boleh mengisi dan siapa saja boleh mengambil tanpa perlu ragu-ragu. Tadi waktu kami berkeliling, ada pedagang pasar klewer yang ikut membantu menyediakan makanan. Tentu kami dengan senang hati menerimanya,” jelas kapolsek.

Dudi Haryanto, tukang becak yang biasa mengkal di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta sempat kaget dihentikan polisi. Lalu diminta masuk ke halaman Mapolsek Pasar Kliwon. 

“Saya pikir habis nabrak orang atau bagaimana, tiba-tiba diminta masuk ke dalam. Ternyata ada pembagian nasi. Beruntung sekali, pas lagi lapar. Uang makan siang hari ini bisa disimpan,” ujarnya. (*/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia