Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Modus Pemerasan, Sabotase Mobil Lalu Pura-Pura Memperbaiki

11 November 2019, 15: 15: 51 WIB | editor : Perdana

Modus Pemerasan, Sabotase Mobil Lalu Pura-Pura Memperbaiki

SOLO – Memiliki keahlian di bidang otomotif malah dimanfaatkan untuk melakukan aksi melawan hukum. Hal ini dilakukan Suratman Sutriman Arjo, 46, warga Cemani, Grogol, Sukoharjo. Dia nekat sengaja menyabotase mobil yang terparkir di kawasan alun-alun utara, kemudian memeras pemilik kendaraan. Beruntung aksi pelaku dipergoki oleh warga dan diserahkan kepada pihak berwajib. 

Kapolsek Pasar Kliwon AKP Tegar Satrio Wicaksono membenarkan hal tersebut. Modus pelaku dengan mencabut hingga memutus kabel rotak atau alat pengatur saluran BBM. “Ini  membuat mobil tersebut mogok,” kata AKP Tegar di ruangannya, Minggu (10/11).

Tegar menegaskan, pelaku memilih mobil lawas atau produksi tahun 2000. Sebab, posisi rotak berada kolong mobil bagian depan serta mudah dirogoh oleh tangan. Dari hasil interogasi sementara, pelaku berpura-pura jongkok di bagian depan mobil, setelah itu mencari bagian rotak.

“Setelah itu dia mencabut atau memotong kabel rotak dengan menggunakan gunting. Kenapa dia bisa tahu, ternyata setelah dilakukan  pendalaman, pelaku pernah bekerja sebagai teknisi di bengkel mobil. Sehingga dia paham bagian-bagian mobil,” tuturnya.

Setelah mobil berhasil disabotase, maka Surataman tinggal menunggu sang pemilik kendaraan datang. Benar saja, mobil tidak menyala saat dicoba dihidupkan. Pada saat korban kebingungan inilah pelaku mencoba mendekati dan menawari jasa perbaikan. 

“Nah, untuk perbaikan sendiri korban diminta untuk membayar upah antara Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu,” katanya.

Setelah uang diberikan, pelaku lantas berpura-pura mencari sumber mobil bisa mogok. Setelah itu, dia masuk ke kolong mobil dan menyambung kabel rotak yang sebelumnya dia sendiri yang memutus. Korban sendiri berhasil tertipu, karena sudah panik, kemudian tidak paham dengan mesin,” ungkapnya.

Tegar mengatakan, kasus ini berhasil terbongkar Sabtu (9/11) saat tenaga keamanan yang berjaga di kawasan alun-alun utara curiga dengan gerak-gerik pelaku. Sebab, dia sudah tiga kali melakukan hal tersebut di lokasi yang sama selama event sekaten berlangsung. 

“Satpam itu kemudian mengawasi gerak-gerik pelaku. Setelah berhasil memutus kabel, satpam ini langsung menangkap basah pelaku,” katanya.

Karena di lokasi banyak masyarakat, pelaku tidak bisa lari dan menjadi bulan-bulanan massa. Beruntung polisi ada yang berjaga di lokasi dan langsung mengamankan pelaku. Apakah termasuk modus kejahatan baru, Tegar mengatakan, di tingkat Polsek Pasar Kliwon, perbuatan pelaku memang merupakan hal yang baru. Dia meminta kepada masyarakat, terutama yang memiliki kendaraan lawas agar berhati-hati apabila mendapati kendaraannya tiba-tiba mogok.

“Kemarin kami juga sudah menegur juru parkir di lokasi. Ketika pemilik sudah memarkirkan kendaraan, jukir jangan lantas pergi nongkrong. Sesekali patroli di area jaganya. Sebab, masyarakat sudah mempercayakan kendaraan mereka kepada jukir yang berjaga,” paparnya.

Polisi masih mendalami kemungkinan pelaku beraksi di daerah lain. “Pelaku beralasan dia nekat melakukan hal itu karena baru saja dipecat dari pekerjaannya,” ujarnya. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia