Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Generasi Muda Harus Jadi Pahlawan Masa Kini

11 November 2019, 15: 21: 24 WIB | editor : Perdana

REKAN SEPERJUANGAN: Para mantan pejuang mengunjungi Taman Makam Pahlawan untuk memperingati Hari Pahlawan.

REKAN SEPERJUANGAN: Para mantan pejuang mengunjungi Taman Makam Pahlawan untuk memperingati Hari Pahlawan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Upacara peringatan Hari Pahlawan ke-74 digelar di Stadion Sriwedari, 10 November kemarin. Acara ini berlangsung khidmat.

Dalam momen tersebut, generasi muda diajak untuk meneladani sikap-sikap pejuang masa lampau. Diharapkan generasi muda bisa mengaplikasikan semangat tersebut di era sekarang.

Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai yang bertindak sebagai inspektur upacara turut membacakan pidato Menteri Sosial Juliari P. Batubara. Dalam momen tersebut, kapolresta menekankan tiap tanggal 10 November, harap dijadikan momentum untuk merenungkan peristiwa bersejarah di tahun 1945 lalu. Di mana para pahlawan Indonesia berjuang merebut kemerdekaan Indonesia. 

"Pada pertempuran tersebut rakyat bersatu padu, berjuang, dan pantang menyerah melawan penjajah yang ingin menancapkan kembali kekuasaannya di Indonesia. Peristiwa perang mengingatkan kita bahwa kemerdekaan yang kita rasakan saat ini tidaklah datang begitu saja, namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu negeri," papar kapolresta.

Sesuai tema Hari Pahlawan tahun ini, yakni "Aku Pahlawan Masa Kini". Di mana generasi muda diharapkan bisa membangkitkan semangat dan kreativitas anak bangsa di era sekarang. 

”Menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh warga Negara Indonesia siapapun. Ini dalam bentuk aksi aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI. Seperti menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, ataupun melakukan perbuatan anarkis yang merugikan orang lain,” tegasnya dalam upacara yang diikuti peserta dari berbagai unsur seperti TNI, Polri, instansi pemerintahan, pelajar, dan beragam organisasi kemasyarakatan itu.

”Jika dahulu semangat kepahlawanan ditunjukkan melalui pengorbanan tenaga, harta bahkan nyawa. Sekarang untuk menjadi pahlawan bukan dengan mengangkat senjata, tetapi dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan. Salah satunya membawa harum nama bangsa di mata Internasional,” ucap kapolresta. (ves/nik)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia