Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Sekolah Ambrol, 10 Bulan Siswa PAUD Belajar di Halaman

12 November 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Siswa PAUD Harapan Bangsa terpaksa belajar di kelas yang ambrol

Siswa PAUD Harapan Bangsa terpaksa belajar di kelas yang ambrol (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Sudah 10 bulan, siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Harapan Bangsa, Sorogenen RT 5 RW V Jagalan, Jebres, ini terpaksa belajar di halaman sekolah yang disulap menjadi kelas darurat. Ini terpaksa dilakukan lantaran ruang kelas mereka yang ambrol sejak 27 Januari lalu hingga saat ini belum diperbaiki. Status sekolah swasta menjadi ganjalan mereka mendapatkan bantuan dana.

Kepala PAUD Harapan Bangsa Sri wahyuningsih menjelaskan, pihaknya terpaksa menyulap halaman sekolah menjadi kelas darurat lantaran belum ada rencana pembangunan. PAUD yang berdiri di atas lahan Pemerintah Kelurahan Jagalan itu kondisinya memang cukup memprihatinkan. Sekolah yang ambrol dini hari itu merupakan bangunan tua yang belum pernah direnovasi.

“Bangunannya sudah berumur 40 tahun. Untung saja ambruknya dini hari, jadi tidak ada aktivitas belajar mengajar. Setelah kejadian dinas meminta siswa diliburkan sepekan. Setelah itu kami terpaksa pakai halaman seperti ini sampai sekarang,” kata Sri saat ditemui di lokasi, Senin (11/11).

Pihaknya, lanjut Sri, sudah melakukan komunikasi dengan Dinas Pendidikan Kota Surakarta terkait rencana pembangunan PAUD Harapan Bangsa. Namun, hingga tahun ajaran baru 2019/2020 belum ada jawaban yang pasti ihwal pembangunan. Barulah beberapa waktu lalu dinas memberitahu jika akan ada rencana pembangunan pada 2020.

“Robohnya atap ini berdampak pada penerimaan siswa kami hingga 50 persen. Semula siswanya 40 sampai 45 anak. Sekarang 22 anak,” ucapnya.

Dia berharap pemkot dapat segera merealisasikan pembangunan PAUD yang diresmikan wali kota pada 2007 tersebut. Sebab, keberadaan sekolah ini sangat krusial bagi warga sekitar sekolah.

Keprihatinan yang sama diaampaikan Wakil Ketua DPRD Surakarta Sugeng Riyanto. Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mendorong pemkot agar melihat struktur anggaran APBD 2020. “Jika sudah ada anggaran renovasi, segera ditindaklanjuti. Kami siap mengawal. Kalau belum, pastikan bisa dianggarkan di perubahan,” kata Sugeng yang kemarin melihat langsung ke lokasi. 

Dikonfirmasi soal ini, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta, Etty Retnowati menegaskan bahwa pengelolaan sekolah negeri dengan sekolah swasta berbeda. Dalam kasus PAUD Harapan Bangsa, Etty menyebut sekolah tersebut bukan sekolah negeri. Sehingga bantuan akan diberikan jika ada pengajuan proposal dari sekolah tersebut.

“Sepertinya sudah mengajukan proposal bantuan hibah, ditunggu saja masuk SK wali kota atau tidak pada 2020. Kejadian ini kan sudah lama dan pengelola sudah diminta membuat proposal kepada wali kota,” ungkap Etty saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Etty menambahkan, PAUD/TK yang didirikan oleh masyarakat saat ini tercatat berjumlah 536 sekolah. Segala bentuk pengelolaan dan tanggung jawab diserahkan sepenuhnya pada pihak yang mendirikan sekolah tersebut.

“Pemerintah bisa memberikan bantuan. Mekanismenya dengan mengajukan proposal hibah,” ujarnya. (irw/aya/bun)

(rs/irw/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia