Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Tes Seleksi CPNS di eks Karesidenan Surakarta Akan Digelar Bersama

12 November 2019, 06: 45: 59 WIB | editor : Perdana

Wali Kota Surakarta saat meninjau ujian CPNS serentak yang digelar Sragen beberapa waktu lalu

Wali Kota Surakarta saat meninjau ujian CPNS serentak yang digelar Sragen beberapa waktu lalu (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) dimulai tadi malam pukul 23.59. Pemkab Wonogiri mendapatkan jatah jumlah CPNS lima besar se-Jawa Tengah. Ada wacana tes CPNS kabupaten/kota di eks Karesidenan Surakarta digelar bersama agar menghemat anggaran.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri Haryono mengatakan, Wonogiri mendapatkan kuota 560 formasi CPNS. Jumlah ini merupakan terbanyak kelima se-Jawa Tengah. “Jawa Tengah ada lima ribuan. Usulan kami sebenarnya 623, dapatnya 560. Tapi ini sudah lumayan banyak,” kata Haryono kepada wartawan, Senin (11/11).

Haryono berpesan kepada warga yang berminat mendaftar agar selalu memantau perkembangan di portal resmi BKN. Dalam pendaftaran akan dipandu terus melalui website. “Kalau tahun ini nanti ada masa sanggah, bedanya di situ. Sampai hari ini masih baik-baik saja, belum ada kendala. Kan belum pendaftaran, baru diumumkan,” katanya.

Menurut Haryono, penanggung jawab perekrutan kali ini beda dengan sebelumnya. Jika sebelumnya dipegang oleh BKD provinsi, kali ini diserahkan ke kabupaten/kota masing-masing. “Nah, ini yang membuat kita repot. Kalau bicara tes CAT, kita kan butuh perangkat komputer, lokasi tes dan segala macamnya. Kalau dulu, kita hanya kirim peserta saja, semua infrastruktur pendukung sudah di siapkan oleh provinsi,” ujarnya.

Haryono memperkirakan, dari 560 formasi, bakal ada 6.000 pelamar. Sehingga, diperlukan sekitar 300 sampai 400 komputer, dengan teknis tes bergelombang. Inilah yang menjadi kegelisahan tersendiri bagi pemerintah kabupaten.

“Kalau pengadaan paling hanya bisa 30 sampai 40, kalau mau sewa, di mana sewanya sebanyak itu,” katanya.

Untuk anggaran, kata Haryono, di APBD 2019 sebenarnya sudah dianggarkan sekitar Rp 1,2 miliar. Namun, bakal tidak terserap semua, karena waktu perekrutan yang tidak sesuai perkiraan.

Atas perubahan teknis itu, Pemkab Wonogiri juga berupaya berkoordinasi dengan kabupaten/kota yang lain di eks Karesidenan Surakarta. Kemungkinan besar, akan menggelar seleksi secara bersama-sama.

“Kalau bareng-bareng kan lebih mudah. Misal tiap daerah bawa 30 komputer, dijadikan satu di satu tempat. Tesnya dilakukan secara bergelombang, misalnya sehari ada lima gelombang,” ujarnya. 

Sementara itu, Pemkab Klaten mendapat 736 formasi CPNS. Rinciannya, 572 tenaga pendidik, 66 tenaga kesehatan dan 98 tenaga teknis. Dari 572 tenaga pendidik itu terdapat 520 formasi sebagai guru kelas SD. Sedangkan sisanya sebanyak 52 formasi adalah guru SMP  baik guru agama hingga Bahasa Indonesia. Memang tenaga pendidik menjadi formasi yang paling banyak ditawarkan kepada pelamar.

“Untuk pendaftaran CPNS dimulai Senin ini (kemarin) pukul 23.11. Tetapi dengan catatan validasi terhadap formasi Pemkab Klaten telah selesai dilakukan oleh BKN. Jadi nanti langsung diunggah, diumumkan dan pelamar bisa mendaftar,” jelas Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengadaan dan Pengembangan Pegawai, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Klaten, Tamtama, Senin (11/11).

Tamtama mengatakan, jika nanti sudah dibuka pendaftaran CPNS di sscasn.bkn.go.id, maka pelamar diminta menyiapkan sejumlah persyaratan primer. Mulai dari e-KTP, foto berwarna dengan latar belakang warna merah dengan ukuran 3 x 4, swafoto dengan memegang e-KTP dan akun pendaftaran yang telah dicetak sebelumnya.

Persyaratan lain yang perlu disiapkan seperti ijazah, transkrip nilai dan surat lamaran yang ditujukan kepada bupati Klaten. Termasuk dokumen akreditasi perguruan tinggi saat kelulusan serta surat tanda registrasi (STR) khususnya bagi tenaga kesehatan. Terlebih lagi sertifikasi pendidik bagi hendak melamar menjadi guru dan bagi disabilitas melampirkan terkait tingkat kedisabilitasan.

“Selain tenaga pendidik, formasi yang dibuka adalah tenaga kesehatan sebanyak 66 formasi. Dari jumlah itu sekitar 20 formasi untuk dokter spesialis dengan penempatan di RSUD Bagas Waras. Sedangkan sisanya merupakan perawat dan bidan,” jelas Tamtama.

Terkait tenaga teknis yang dibuka pada pendaftaran CPNS kali ini untuk penempatan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Mulai dari kantor kecamatan, dinas, badan hingga kaitannya dengan tenaga teknis infrastruktur.

Sekretaris BKPPD Klaten Slamet menjelaskan, dalam menyosong pendaftaran CPNS pada tahun ini telah menyiapkan ruangan untuk dijadikan sekretariatan. Nantinya panitia seleksi bakal melakukan validasi seluruh dokumen dari pelamar pada ruangan tersebut. “Bagi pelamar yang kurang memahami kaitannya dengan tata cara pendaftaran bisa datang langsung saja ke sekretariatan. Nantinya akan kami jelaskan secara rinci karena pendaftaran ini perlu kehati-hatian,” ujarnya. 

Berbeda dengan daerah lain, hingga kemarin siang, Pemkab Boyolali belum menetapkan rincian atas jatah 499 lowongan CPNS. 

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Agus Santosa mengatakan, hingga kemarin siang pemkab belum menerima rincian resmi terkait formasi CPNS di Boyolali. “Belum ada informasi resmi. Kami masih berkoordinasi dengan BKN,” ungkap Agus. 

Dia minta masyarakat tidak mudah percaya beredarnya informasi rincian formasi CPNS yang tersebar melalui grup media WhatsApp. Dalam pesan berformat pdf itu, tertera Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 623 Tahun 2019 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Boyolali Tahun Anggaran 2019.  

Untuk kebutuhan CPNS 2019, surat yang ditandatangani Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin, terlampir rincian formasi untuk tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.

Namun Agus memastikan waktu keluarnya informasi tidak akan berbeda jauh dengan CPNS di tingkat pusat, mengingat jadwal pelaksanaan CPNS di tingkat daerah mengikuti jadwal di tingkat pusat.  Boyolali akan menggelar ujian CPNS bersamaan dengan empat kabupaten lain, yakni Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, dan Sragen bertempat di LPKKS Gondangrejo, Karanganyar. 

Agus meminta kepada masyarakat agar menunggu pengumuman resmi yang disampaikan Pemkab Boyolali. 

Sementara itu, Novita, warga Kecamatan Banyudono mengaku sempat menjadikan informasi sebaran dari grup WA itu sebagai patokan pendaftaran CPNS di Boyolali. Namun dia belum melakukan langkah apapun seperti pembuatan akun pendaftaran.  Dia memilih menunggu informasi lebih lanjut mengenai proses dan formasi CPNS tahun ini. (kwl/ren/wid/bun)

(rs/kwl/ren/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia