Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Pungki -Deni , Dua Sahabat Kolaborasi Ciptakan Pesawat Aeromodeling

12 November 2019, 13: 33: 42 WIB | editor : Perdana

RUMIT: Pungki Sasando dan Deni Kurniawan tengah merangkai pesawat jenis di  Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, kemarin (11/11)

RUMIT: Pungki Sasando dan Deni Kurniawan tengah merangkai pesawat jenis di  Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, kemarin (11/11) (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

Hobi bisa memunculkan kreativitas. Berawal dari kesenangan terhadap dunia pesawat, Pungki Sasando dan Deni Kurniawan malah ketagihan menekuni dunia ini. Bahkan keduanya kini mampu membuat pesawat aeromodeling. Pesanan pun  mengalir dari berbagai daerah. 

TRI WIDODO, Radar Solo

PUNGKI Sasando sudah jatuh cinta pada dunia penerbangan sejak kecil. Rumahnya yang berada tak jauh dari landasan pacu Bandara Adi Soemarmo membuat dia kerap melihat aktivitas penerbangan.

Bahkan sejak kecil, pemuda yang akrab disaba Ando, ini selalu mengamati dan mencatat jadwal penerbangan pesawat yang berada di sebelah utara rumahnya. Tak hanya itu, dia juga sering melihat komunitas aeromodeling di kawasan bandara tersebut. 

“Ini berawal dari hobi. Jadi dulu saya suka melihat pesawat terbang di bandara. Saya terheran-heran, mengapa pesawat sebesar itu bisa terbang,” kata pemuda kelahiran 03 Juni 1996 ini.

Terbangnya pesawat membuat rasa penasaran Ando terus membuncah. Berbagai informasi mengenai pesawat dia cari. Hingga akhirnya ketemu buku pelajaran sekolah dasar (SD) prakarya di perpustakaan sekolah. Dari buku itu, Pungki mulai sedikit terpuaskan rasa dahaga penasaran dia mengenai pesawat. 

Di buku itu, Ando dapat mempelajari dasar-dasar pembuatan pesawat secara sederhana. Ando lalu meminta buku itu dan sampai sekarang masih menyimpannya dengan baik. “Saya juga browsing-browsing dari internet. Kalau dulu masih di warnet. Informasi dari warnet saya burning ke dalam CD lalu saya pelajari di rumah,” kenang pemuda lulusan SMAN Colomadu, Karanganyar ini. Karena memang saat itu, teknologi HP belum secanggih sekarang. 

Tak hanya mempelajari tentang seluk beluk pesawat, dia juga mulai membuat  miniatur pesawat dari stereofoam. Saking banyaknya pesawat yang dia buat, rumah yang ditempati bersama neneknya itu hampir penuh. Dia pun harus rela membakar sebagian pesawat itu agar masih bisa beraktivitas di rumah. 

Tak puas hanya membuat pesawat dari stereofoam, Ando membuat pesawat yang benar-benar bisa terbang. Namun sayang, hasil karya perdananya itu belum bisa terbang.  “Saya sempat frustasi. Karena yang saya buat juga banyak tapi tidak berhasil. Saya berpikir, namanya orang sukses itu pasti harus gagal. Kalau tidak pernah gagak, maka tidak dapat ilmu berarti,” ujarnya. 

Kegagalan itu ternyata jadi motivasi bagi Ando.  Dia mendapat dukungan dari teman-temannya serta komunitas aeromodeling. Akhirnya, kesalahan-kesalahan bisa diketahui dan diperbaiki. Hingga akhirnya saat ini dia bisa membuat pesawat aeromodeling.

Untuk membuatnya, Ando dibantu rekannya Deni Kurniawan menggunakan stereofoam, kayu lapis dan busa. Sebagian bahan-bahan itu pun merupakan barang bekas. Namun ada juga barang yang dibeli pabrikan, khususnya untuk elektroniknya. “Yang bisa buat sendiri, kita buat sendiri,” ujar pria yang pernah kuliah hingga semester IV ini.

Sedangkan model pesawat yang dibuatnya yakni jenisnya aerobatik, trainer dan jet. Pemasarannya, melalui media sosial. Dia memposting karyanya tersebut di media sosial. “Kita posting di sosial media, menunjukkan hasil karya kita berdua. Biasanya dari situ sudah suka dulu. Paling jauh kemarin dari Timika (Papua). Kemudian ada dari Depok pesan pesawat trainer dengan bentang sayap 2 meter,” katanya.

Soal harga, dia patok Rp 600 ribu jika hanya pesawatnya saja. Sedangkan jika komplit berikut remote control, harganya berkisar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta. Pesawat yang dibuatnya, rata-rata memiliki bentang sayap 120 centimeter. Namun, belum lama ini dia juga membuat pesawat Hercules dengan bentang sayap 3 meter. Kini dia sedang mempersiapkan projek untuk membuat pesawat Airbus dengan bentang sayap 4 meter.

Atas kecintaannya pada dunia kedirgantaraan ini, Ando juga telah berhasil menyabet sejumlah juara dalam lomba bidang aeromodeling. Selain itu, kini dia telah menghasilkan pundi-pundi uang yang menjadi lahan usahanya. 

“Saya menerbangkan (pesawat aeromodeling) itu hobi, setelah diterbangkan dibeli itu kan sudah kenikmatan tersendiri. Hobi kita tersalurkan, habis itu diambil orang, kita dibayar. Jadi kita juga senang,” kata Ando

Dia membuat pesawat remote control (RC) bersama rekannya, Deni Kurniawan, yang sama-sama penyuka pesawat terbang. Hanya saja, Deni Kurniawan, warga Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Boyolali lebih ke miniatur pesawat. Dia berharap hasil karyanya ini dapat mendunia dan banyak diminati pehobi pesawat RC di Indonesia. (*) 

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia