Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Jateng Role Model Pembangunan Nasional

12 November 2019, 13: 42: 52 WIB | editor : Perdana

CONTOH NASIONAL: Tim Bappenas wawancara dengan Gubernur Ganjar Pranowo, Senin (11/11).

CONTOH NASIONAL: Tim Bappenas wawancara dengan Gubernur Ganjar Pranowo, Senin (11/11). (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

Share this      

SEMARANG - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menjadikan Jawa Tengah sebagai role model pembangunan nasional. Capaian dan prestasi Jawa Tengah dalam pembangunan daerah akan dibukukan dan digunakan Bappenas sebagai panduan kepada daerah lain di Indonesia.

Untuk keperluan itu, tim Bappenas melakukan wawancara dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di ruang kerjanya, Senin (11/11). Wawancara dilakukan untuk pendalaman data dalam penulisan buku tersebut.

“Jateng kami jadikan role model karena meraih penghargaan pembangunan daerah 2019 tingkat nasional. Apa yang dilakukan Jateng akan kami bukukan agar menjadi panduan daerah lain dalam membangun daerahnya,” kata Direktur Pemantauan Evaluasi Pengendalian Pembangunan Daerah Bappenas Agustin Ariyana.

Agustin menambahkan, buku tersebut akan membahas tentang praktik cerdas untuk pembangunan daerah. Buku ini nanti akan disebar ke daerah-daerah lain yang perlu belajar ke Jawa Tengah tentang bagaimana cara melakukan pembangunan daerah yang baik.

“Buku ini akan menjadi alternatif solusi bagi daerah lain yang ingin mencontoh Jawa Tengah. Karena kalau mau belajar langsung kan terkendala transportasi, tempat dan sebagainya. Kami bantu fasilitasi melalui buku ini,” terangnya.

Praktik Jawa Tengah dalam melakukan pembangunan daerah, lanjut Agustin, dapat diterapkan daerah lain. Sebab, biasanya di banyak daerah masalah yang dihadapi tidak jauh berbeda. “Dengan mempelajari buku ini, maka daerah lain bisa melihat begini penyelesaian di Jawa Tengah. Mungkin bisa dicontoh,” tegasnya.

Di buku ini akan dipaparkan kiat-kiat Gubernur Ganjar Pranowo dalam membangun Jawa Tengah. Berbagai hal akan dimasukkan, termasuk gaya komunikasi Ganjar dan cara-cara unik yang dilakukannya dalam memimpin provinsi ini.

“Misalnya musrenbang. Hanya Jawa Tengah yang melakukan musrenbang di setiap wilayah eks karesidenan. Selain komunikasi, Ganjar juga bagus karena menangkap semua aspirasi masyarakat. Dilibatkannya perempuan, anak dan disabilitas dalam Musrenbangwil Jateng. Ini perlu dicontoh,” tegasnya.

Tak hanya itu, berbagai program pembangunan Jateng yang dilakukan Ganjar seperti soal integritas, pelayanan publik, investasi bahkan masalah-masalah sosial juga akan dipaparkan dalam buku itu. “Termasuk program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng) yang menurut kami sangat perlu diterapkan daerah lain,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut baik diterbitkannya buku praktik cerdas untuk membangun daerah oleh Bappenas itu. Menurutnya, buku itu dapat menjadi acuan daerah lain untuk bisa maju bersama.

“Saya memang menginginkan, semua inovasi dan capaian yang terbaik dari masing-masing daerah disatukan dan dijadikan program secara nasional. Dengan begitu, maka pembangunan Indonesia akan terarah dan memiliki standar jelas,” ucapnya. (lhr/bun)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia