Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Kursi Pedestarian Rusak, Sudah Dilaporkan, Belum Ada Perbaikan

12 November 2019, 16: 09: 55 WIB | editor : Perdana

AMBROL: Salah satu kursi besi di koridor Gatot Subroto yang mengalami kerusakan parah.

AMBROL: Salah satu kursi besi di koridor Gatot Subroto yang mengalami kerusakan parah. (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Ini bukti bahwa membangun lebih mudah dibandingkan merawat. Sedikitnya 11 buah kursi taman di pedestrian Jalan Gatot Subroto (Gatsu) mengalami rusak ringan maupun berat. Beberapa di antaranya sudah tidak bisa digunakan karena penyangganya ambrol.

Kondisi tersebut tentu saja merusak wajah kota. Apalagi, penataan koridor Gatsu belum lama rampung. Pantauan Jawa Pos Radar Solo, Salah satu kursi besi yang rusak terletak di depan pertokoan kawasan Pasar Singosaren.

Menurut keterangan warga setempat, kerusakan kursi mulai terlihat sejak awal Oktober. "Tidak membahayakan warga karena memang kursi itu jarang dipakai. Tapi, (kerusakan) mengganggu keindahan,” terang Anita Pratama, 29, Senin (11/11).

Kerusakan fasilitas umum tersebut, imbuh Anita, sudah dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surakarta lewat akun resmi media sosial (medsos) pemkot. Namun, hingga sekarang belum ada upaya perbaikan.

Dampaknya, sejumlah wisatawan yang ingin berswafoto di mural koridor Gatsu merasa kurang nyaman. “Kalau rusak seperti ini tidak mungkin lagi bisa dimanfaatkan sebagai tempat duduk," keluh Albert Sitanggang, wisatawan asal Medan ditemui di kawasan Gatsu.

Warga lainnya, Zulhamdani, 41, mengatakan, kerusakan kursi besi bisa dikarenakan faktor cuaca. "Dipasang di pinggir jalan terkena panas dan hujan, wajar kalau berkarat. Sebaiknya segera dilakukan perbaikan,” harapnya.

Merespons kerusakan kursi, Kepala DLH Kota Surakarta Sri Wardhani Purbawidjaja mengaku segera meninjau lokasi dan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Surakarta selaku pihak yang bekerja dalam penataan koridor itu. "Kami tampung masukan dari masyarakat untuk perbaikan ke depan," jelas dia. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia