Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Wisatawan Kian Mudah Makan Enak, Pemkot Sediakan Pemandu Khusus

12 November 2019, 16: 22: 40 WIB | editor : Perdana

Wisatawan Kian Mudah Makan Enak, Pemkot Sediakan Pemandu Khusus

SOLO – Kota Bengawan memang surganya makanan enak dan belanja. Untuk mengoptimalkan potensi itu, pemkot membentuk pemandu wisata khusus kuliner dan belanja. Jadi, wisatawan tak perlu khawatir kesulitan memanjakan lidahnya.

Kemarin, Dinas Pariwisata Kota Surakarta mulai merekrut pemandu wisata khusus kuliner dan belanja. Mereka akan dibekali pelatihan sebelum dijadikan mitra kerja pemkot.

“Kuota pemandu wisata khusus kami sediakan hanya untuk 50 peserta. Ternyata peminatnya banyak, hingga 130 pendaftar. Makanya kita coba seleksi,” ujar Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Tuti Orbawati.

Dinas pariwisata memastikan 50 peserta siap menjalani pelatihan mulai Selasa hingga Kamis. Adapun materinya antara lain kebijakan pariwisata Kota Solo, sejarah kuliner, fotografi, public speaking, penggunaan bahasa asing, hingga melihat dan mendiskripsikan praktik memasak dari salah seorang chef ternama.

“Dari 130 peserta yang kami wawacanra, ada beberapa alasan mereka tidak bisa mengikuti semua persyaratan. Jadi ya kami coret dulu, karena diutamakan yang bisa menjalani seluruh prosesnya. Ini sudah ada 50 peserta fix," urainya.

Setelah mengikuti pelatihan, lanjut Tuti, pemandu wisata khusus kuliner dan belanja mendapatkan sertifikat dan bisa mulai bekerja sscara mandiri maupun di gandeng pemkot dalam berbagai giat wisata. 

"Tujuannya sangat jelas untuk menambah jumlah agen wisata. Solo sudah mematenkan diri sebagai kota kuliner dan belanja. Jadi harus ada tindakan nyata untuk ke arah sana," terang Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta Hasta Gunawan.

Selian membentuk pemandu wisata khusus, dinas pariwisata mematangkan pengawasan destinasi kuliner dan belanja. Antara lain mencakup higienitas produk, pelayanan, hingga kepastian harga produk. 

"Dioptimalkan menggandeng dinas perdagangan dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Misalnya pengecekan makanan di pusat oleh-oleh tidak hanya jelang Lebaran, bisa lebih rutin," ucapnya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia