Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

E-Retribusi Cegah PAD Bocor

12 November 2019, 16: 35: 04 WIB | editor : Perdana

ONLINE: Pedagang memegang e-Retribusi di Pasar Sambi, Boyolali, kemarin (11/11).

ONLINE: Pedagang memegang e-Retribusi di Pasar Sambi, Boyolali, kemarin (11/11). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Berbagai inovasi dilakukan Pemkab Boyolali dalam mengejar target pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya penerapan e-Retribusi di pasar tradisional. Upaya ini dilakukan guna menekan kebocoran. 

Launching e-Retribusi dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali bersama Bank Jateng di Pasar Sambi, kemarin (11/11). Hadir dalam launching Bupati Boyolali Seno Samodro. Nantinya, setiap pemilik kios diberikan sebuah kartu. Pengisian saldo kartu bisa melalui top up (isi ulang). Atau dipotong langsung dari saldo tabungan di Bank Jateng. 

Setiap hari akan ada petugas yang berkeliling ke kios-kios untuk melakukan penarikan. Biaya retribusi dibebankan setiap kali kios atau toko tersebut buka. Biayanya Rp 1.400 per buka toko.

“Ini bagian dari smart city yang saya gembar-gemborkan. Uang yang beredar semakin sedikit, semuanya menggunakan teknologi. Berarti angka kriminalitas pasti turun. Itu salah satu manfaatnya,” terang Seno.

E-Retribusi merupakan pemungutan retribusi pedagang pasar dengan kartu. Dalam penerapannya, pedagang tidak lagi membayar dengan uang tunai lalu menerima karcis. Cukup ‎menggesek kartu ke perangkat elektronik yang dibawa petugas. Saldo pedagang otomatis berkurang sesuai nominal retribusi.

“E-Retribusi ini mengandung maksud untuk peningkatan pendapatan. Juga penertiban SDM (sumber daya manusia) kami di lingkungan pasar,” sambung Kepala Disdagperin Boyolali Karsino.

Pelucuran e-Retribusi menyasar 64 pedagang Pasar Sambi. Rencananya program tersebut berlanjut ke Pasar Boyolali, Pasar Sunggingan, dan Pasar Karanggede. “Petugas tidak akan menerima uang dari pedagang, tetapi langsung masuk kas negara. Itulah manfaat e-retribusi. Selain peningkatan pendapatan juga menertiban terhadap kebocoran dari petugas di lapangan,” ujar Karsino.

Pedagang Pasar Sambi Siti Hasrifah menyambut positif adanya e-Retribusi. Sebab dia tidak perlu menyediakan uang recehan untuk membayar retribusi. “Kalau saya setuju sekali. Lebih praktis, tinggal gesek dan tidak perlu uang receh,” katanya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia