Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Bangun Embung, Warga Desa Jati Temukan Batu Bata Kuno

12 November 2019, 17: 29: 30 WIB | editor : Perdana

AKAN DISELIDIKI: Purnomo menunjukkan batu bata kuno yang dia temukan saat menggali tanah.

AKAN DISELIDIKI: Purnomo menunjukkan batu bata kuno yang dia temukan saat menggali tanah. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Warga Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang menemukan batu bata yang diduga peninggalan kerajaan masa lalu di areal persawahan. Bentuk batu bata tidak lazin dan jauh lebih besar dibandingkan batu bata masa kini. Pemkab Sragen bakal menggali informasi lebih jauh terkait temuan tersebut.

Batu bata itu ditemukan pertama kali oleh Purnomo, 39, warga Desa Jati RT 26, Kecamatan Sumberlawang. Bermula saat menggali tanah untuk embung desa dengan alat berat, muncul bongkahan batu bata berukuran besar. Lahan yang akan dijadikan embung tersebut tanah bengkok salah satu perangkat Desa Jati.

”Ditemukan saat mau pelebaran embung. Dari dalam tanah yang digali itu, tiba tiba saya melihat susunan batu bata kotak kotak berbentuk bata dan batu besar lainnya,” terangnya Senin (11/11).

Beberapa batu bata dia bawa pulang ke rumah. Dia meyakini masih banyak batu bata serupa di lokasi itu. ”Sepertinya kalau digali lagi masih banyak,” terangnya. 

Dijelaskan, pola tekstur batu bata temuannya unik dan menarik. Terdapat geritan dan bentuk cakar yang diduga untuk menyambungkan batu bata satu dengan yang lainnya. Beratnya sekitar 5 sampai 8 Kg.

”Yang jelas bukan batu bata model zaman sekarang. Ini besar-besar dan sedikit berbeda. Ada celah pada ujung batu bata,” tandasnya.

Sementara Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen Agus Endarto menyampaikan terima kasih kepada warga yang menemukan dan menjaga peninggalan bersejarah tersebut. Pihaknya akan mendatangi lokasi dan melakukan kajian mendalam terkait batu bata itu. Dia menduga batu bata itu berasal dari Kadipaten Serang.

”Wilayah Sumberlawang dekat sekali dengan peradaban Kadipaten Serang. Tempat tinggal Nyi Ageng Serang,” tutur Agus. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia