Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Rokok Bodong Marak di Perbatasan, Dipasok dari Jepara dan Malang

12 November 2019, 17: 48: 08 WIB | editor : Perdana

TELITI: Tim gabungan memeriksa cukai rokok di sebuah toko kelontong di wilayah perbatasan Klaten.

TELITI: Tim gabungan memeriksa cukai rokok di sebuah toko kelontong di wilayah perbatasan Klaten.

Share this      

KLATEN – Peredaran rokok bodong alias tanpa cukai masih marak di Kabupaten Klaten. Terutama di wilayah pinggiran. Buktinya, tim gabungan satuan polisi pamong praja (satpol PP), Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC), Polres Klaten, dan Kodim 0723/Klaten berhasil menyita 209 bungkus rokok tanpa cukai, belum lama ini.

Kepala Seksi (Kasi) Penindakan Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Klaten Sulamto menjelaskan, saat operasi menerjunkan 30 personel. Menyusuri peredaran rokok bodong di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Trucuk, Bayat, Wedi, dan Prambanan.

“Kami menyisir 10 toko kelontong, terutama di daerah perbatasan. Ternyata masih ada rokok tanpa cukai yang kami temukan. Meskipun kali ini jumlahnya mengalami penurunan dari operasi yang kami gelar sebelumnya,” jelas Sulamto, kemarin (11/11).

Temuan rokok bodong paling banyak disita di toko kelontong wilayah perbatasan Kabupaten Sukoharjo dan Gunungkidul. Tidak ada sanksi tegas bagi toko kelontong yang kedapatan menjual rokok bodong. Hanya diberi pembinaan oleh satpol PP. Termasuk pemasangan stiker imbauan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Ditanya modus, Sulamto mengaku sales menyamarkan dengan menjual barang elektronik. Nah, di antara barang elektronik itu, diselipkan rokok bodong berbagai merek. Karena bentuk dan namanya hampir sama, pemilik toko kelontong mengaku tidak menyadari jika itu ilegal.

“Rata-rata rokok ilegal diproduksi di Malang, Jawa Timur dan Jepara. Praktik ini jelas merugikan negara. Karena setiap batangnya dikenai pajak sekitar Rp 150. Coba hitung berapa totalnya kalau sebungkus?” bebernya.

Sementara itu, operasi sebelumnya berhasil menyita 1.556 bungkus rokok bodong. Namun bulan ini hanya menyita 209 bungkus saja. Berdasarkan catatan satpol PP, total rokok bodong yang disita mencapai 3.000 bungkus.

Jumlah tersebut menyusut dari tahun lalu. Hingga November 2018, tim gabungan berhasil menyita 7.715 bungkus rokok bodong. Meski terjadi penurunan, namun giat operasi rutin dilaksanakan.

“Kami sifatnya melakukan pembinaan kepada pemilik toko kelontong. Apabila diperlukan penindakan, kami serahkan kepada bea dan cukai. Kami juga temui toko kelontong yang sebelumnya menjual rokok bodong, kali ini sudah tidak lagi,” urainya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia