Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pilkada Solo, Tokoh-Tokoh Muslim Munculkan Nama Puspo Wardoyo

12 November 2019, 22: 35: 13 WIB | editor : Perdana

Puspo Wardoyo dijagokan tokoh-tokoh muslim Solo untuk maju dapam Pilkada 2020

Puspo Wardoyo dijagokan tokoh-tokoh muslim Solo untuk maju dapam Pilkada 2020 (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Bursa bakal calon wali kota maupun wakil wali kota dalam Pilkada Solo 2020 kian ramai. Selain mereka yang telah terang-terangan maju lewat penjaringan partai, seperti Achmad Purnomo, Teguh Prakosa, Gibran Rakabuming Raka, dan Henry Indraguna, kini muncul satu nama lagi. Yakni Puspo Wardoyo yang juga dikenal sebagai pengusaha kuliner di Solo.

Nama Puspo muncul dalam jajak pendapat figur potensial calon wali kota (cawali) Solo yang dilakukan Masyarakat Peduli Solo Sejahtera (MPPS). Nama Puspo juga muncul dalam diskusi tokoh-tokoh muslim Solo dari berbagai organisasi.

Seperti disampaikan Pengasuh Ponpes Ta’mirul Islam Solo Muhammad Ali Anharussurur. Menurut dia, ada empat nama yang berhasil dijaring dalam beberapa kali pertemuan. Salah satu dari empat nama itu yakni Puspo Wardoyo.

Ditemui di lokasi usahanya, Puspo mengaku belum memiliki pikiran untuk terjun ke dunia politik dalam waktu dekat ini. Dia mengaku sedang asyik dengan urusan bisnisnya di dunia kuliner. Bisnisnya yang terbaru yaitu membuka Thayyiba Hall di lantai II Rumah Makan Wong Solo, Pabelan, Kartasura. 

”Tidak usah tanya pilkada dulu. Saya sedang fokus mengurus pembukaan hall pertemuan ini,” tutur Puspo.

Kepada Jawa Pos Radar Solo, pengusaha asal Karangasem, Laweyan, Solo itu malah asyik berbicara bisnisnya yang terus berkembang. Begitu sukses di usaha kuliner, dia mulai merambah di bisnis lain yakni menyediakan gedung pertemuan untuk berbagai acara, seperti pesta pernikahan, rapat, dan lainnya.

Terpisah, Ketua Bappilu dan Pilkada DPD PKS Solo Sugeng Riyanto menyatakan, tahapan menuju Pilkada Solo 2020 masih panjang. Di tengah stagnasi perebutan rekomendasi di PDIP, PKS tengah menjajaki semua kemungkinan.

”PKS meluaskan komunikasi, tak hanya dengan partai-partai politik, tapi juga dengan para figur potensial. Tak hanya Purnomo dan Gibran, kami menjalin komunikasi dengan Catur Dewi Puspito Retno (pengusaha kuliner dan kader PPP Solo, Red) dan Puspo Wardoyo,” ujar Sugeng.

Komunikasi yang dilakukan menurut Sugeng merupakan upaya penjajakan menuju Pilkada Solo 2020. Langkah itu dinilai penting agar jika tiba saatnya, PKS bisa mengambil sikap yang tepat dan proporsional dalam Pilkada 2020.

Disinggung figur internal PKS yang akan diusung sebagai cawali/cawawali, menurut Sugeng, mengerucut kepada Abdul Ghofar Ismail. Bahkan, nama itu selalu disampaikan dalam komunikasi dengan parpol dan figur lain.

Dalam diskusi tersebut lantas dilakukan penjajakan sejauh mana kemungkinan sinergi Abdul Ghofar dengan figur dari parpol lain. Namun demikian, diakui Sugeng, PKS tetap bersikap fleksibel hingga akhir.

”Hasilnya seperti apa, nanti tentu menyesuaikan dengan dinamika yang berkembang. Apakah tetap mengusung Pak Ghofar atau figur lain, termasuk dari nonparpol. Bila harus begitu, ya ini jadi bagian komunikasi yang dibangun,” urai Sugeng. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia