Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Waspada! Puting Beliung Masih Mengancam, Hindari Dekat Pohon Besar

13 November 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Mobil pikap Daihatsu Gran Max tertimpa pohon di kawasan city walk Jalan Slamet Riyadi, Timuran, Banjarsari, Selasa (12/11)

Mobil pikap Daihatsu Gran Max tertimpa pohon di kawasan city walk Jalan Slamet Riyadi, Timuran, Banjarsari, Selasa (12/11) (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Solo dan daerah sekitarnya, kemarin sore (12/11). Sejumlah pohon tumbang menyebabkan sebagian aliran listrik padam dan menimpa sebuah mobil. 

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta, pohon tumbang terjadi di Jalan Slamet Riyadi, Timuran Solo. Kemudian Ki Hajar Dewantara, Pucangsawit, Jebres. Pohon-pohon ini tumbang dalam waktu hampir bersamaan. 

Kepala BPBD Kota Surakarta Eko Prajudi Noor Aly memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Di Pucangsawit menimpa kabel listrik, sehingga aliran listrik padam. Tim kami ke lokasi untuk mengevakuasi pohon tumbang,” katanya. Sementara di Jalan Slamet Riyadi, pohon tumbang menimpa sebuah mobil pikap Daihatsu Gran Max.

BPBD sudah memprediksi datangnya angin kencang dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau agar mewaspadai seluruh lokasi rawan pohon tumbang. Seperti keberadaan pohon besar berusia tua.  “Waspada juga dengan atap dari seng, atau papan reklame. Usahakan melapor kepada kami atau instansi lain yang mengurusi infrastruktur tersebut,” ujarnya.

Sementara di Boyolali, angin kencang merobohkan pohon-pohon di wilayah Kecamatan Ampel. Sebagian pohon mengenai kabel PLN. Namun, aliran listrik tidak sampai padam. Sehari sebelumnya bencana juga melanda wilayah Boyolali utara. Sembilan rumah di Desa Ngaren, Kecamatan Juwangi roboh dan rusak berat diterpa angin kencang. 

Sriyono, warga Desa Ngaren, Kecamatan Juwangi mengatakan, bencana itu terjadi pukul 15.00. Sebelum hujan deras, terjadi angin kencang. “Saat hujan deras, angin semakin kencang, dan mengakibatkan beberapa rumah roboh,” katanya.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali Bambang Sinungharjo membenarkan adanya peristiwa angin puting beliung di Desa Ngaren, Kecamatan Juwangi. Tim dari BPBD Boyolali sudah meluncur ke lokasi untuk mengecek sekaligus mendata kerugian.  “Satu regu TRC (tim reaksi cepat) berangkat ke Kalitlawah, Juwangi untuk mendata dampak angin puting beliung,” ujarnya.

Tak hanya mendata, tim juga membantu gotong royong warga dan memberikan bantuan logistik kepada warga yang terkena musibah ini. “Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini,” ujarnya.

Di Wonogiri lebih parah. Puting beliung menerjang dua wilayah di Wonogiri. Selama lima hari terakhir, sudah seratusan rumah di berbagai kecamatan terdampak puting beliung. Bahkan, ada bangunan taman kanak-kanak tertimpa pohon sengon.  

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, wilayah terdampak di Kecamatan Girimarto. Beberapa pohon tumbang dan atap sejumlah bangunan rumah mengalami kerusakan. “Sebagian besar dengan klasifikasi kerusakan ringan,” kata Bambang, Selasa (12/11).

Delapan rumah warga Jendi, Girimarto, mengalami kerusakan pada atap. Dan sebuah bangunan gedung TK rusak tertimpa pohon sengon. Kerugian diperkirakan Rp 12 juta. “Upaya penanganan pemulihan sebagian sudah tertangani oleh warga sekitar dibantu relawan tangguh bencana desa secara gotong royong. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut,” ujarnya.

Daerah lain yang sebelumnya juga tertimpa bencana di antaranya Jatisrono dan Kecamatan Sidoharjo. Dampak dari kejadian bencana mengakibatkan kerusakan bangunan rumah. “Di Kecamatan Jatisrono melanda lima desa. Di antaranya Desa Gunungsari, Watusomo, Sambirejo, Pandeyan dan Tanjungsari. Sedangkan di Kecamatan Sidoharjo meliputi tiga desa, yaitu Desa Widoro, Mojoreno dan Ngabeyan. Lima rumah mengalami kerusakan atap, sedangkan kerusakan ringan 64 unit.

“Upaya penanganan pemulihan dilakukan warga setempat bersama aparat pemerintah setempat dibantu TNI/Polri BPBD dan relawan. Logistik untuk upaya pemulihan dan korban terdampak juga telah distribusikan,” ujarnya. (irw/wid/kwl/bun)

(rs/irw/wid/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia