Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Kader Nasdem Sukoharjo Geruduk Kantor DPD, Tolak Kepemimpinan Agus Tri

13 November 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Sejumlah pengurus Nasdem Sukoharjo gelar aksi di kantor DPD, kemarin

Sejumlah pengurus Nasdem Sukoharjo gelar aksi di kantor DPD, kemarin (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Sejumlah pengurus DPC Partai Nasdem Sukoharjo menyesalkan kepemimpinan DPD di tangan Agus Tri Raharjo sejak 2015. Sebab, sejumlah kebijakan diputuskan tanpa melibatkan kader. Di antaranya, pemecatan Wakil Ketua Media dan Komunikasi Mukhlis Joko Ahmadi serta Sekretaris DPD Harsito Budi Santosa.

"Selama ini, komunikasi struktural partai di bawahnya sampai tingkat kecamatan dan kelurahan tidak berjalan. Ketua DPD tidak merangkul internal partai," tuding Ketua DPC Nasdem Weru Andi Prasetyo, Selasa (12/11).

Menurutnya, sejumlah pengurus partai tidak mengetahui adanya pemecatan Mukhlis Joko Ahmadi serta Harsito Budi Santosa. Keputusan itu baru diketahui setelah nama keduanya tidak terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo.

“Secara lisan saya diakui sebagai anggota. Tapi sejak mengurus, tidak pernah memegang SK (surat keputusan) pengurus. Mungkin biar dicopot gampang," tegas dia.

Andi juga menyayangkan fasilitas kantor DPD Nasdem di sekitar Perumahan Korpri, Sukoharjo tidak pernah dipakai untuk kegiatan. Pertemuan partai selalu digelar di rumah ketua DPD Nasdem.

Selain itu, kinerja mesin partai diklaim melemah sehingga berdampak pada perolehan suara Pemilu 2019. "Pada Pileg (pemilihan legislatif) 2015-2019, kami punya dua anggota yang duduk di DPRD Sukoharjo. Sekarang (2019-2024) hanya menyisakan satu orang. Padahal (suara) kita peringkat tiga se-dapil (daerah pemilihan) V Jateng. Itu karena tidak ada komunikasi yang jelas," beber Andi.

Mengingat kondisi tersebut, Andi dan kader Nasdem Sukoharjo lainnya akan mengusulkan nama ketua DPD baru ke DPP untuk menggantikan Agus Tri.

Terpisah, Ketua DPD Nasdem Sukoharjo Agus Tri Raharjo tidak mempermasalahkan kritikan para kadernya. Dia menilai hal tersebut merupakan dinamika berpolitik.

"Saya sudah mendapat mandat dan dilantik pada 24 Oktober lalu sebagai ketua DPD Nasdem Sukoharjo. Kalau memang mandatnya saya harus mundur dan dikehendaki pusat, ya tidak masalah. Kalau diminta (jabatan ketua) ya sudah diberikan saja," urainya.

“Terkait ganti mengganti kepengurusan yang saya nilai kurang bagus, itu kan hak prerogatif saya sebagai ketua DPD. Jadi nggak masalah buat saya, monggo saja," imbuh dia.

Terkait aksi sejumlah kader Nasdem di kantor DPD, dia menyayangkannya. Seharusnya, aksi digelar langsung di DPP atau disampaikan ke DPW. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia